Pengajian Bulan Januari 09 Bersama Ustad Abu Luay Lc.

Ahad pagi ini 4 January 2009 alhamdullilah telah terselenggara pengajian bersama ustad Abu Luay Lc di Mushola Al Istiqomah Karya Indah Village II Jurangmangu. Sebagai catatan, berikut ini kami sarikan untuk kita semua. Do’a kami semoga catatan ini bermanfaat dan marilah kita amalkan agar kita semua selamat di dunia dan di akhirat nanti, amiin.

Sebelum memulai ceramahnya ustad Abu Luay mengajak hadirin semua untuk bersyukur kepada Allah SWT karena begitu banyak rahmat dan karuniaNya yang telah dicurahkan kepada kita. Sebagai perbandingan betapa besar rahmat Allah yang kita nikmati saat ini, beliau menggambarkan suasana yang saat ini sedang terjadi di Jalur Gaza Palestina. Di sana saudara kita sesama muslim mengalami penderitaan yang amat berat. Puluhan pesawat isreal silih bergantian menjatuhkan ribuan ton bom atas bumi, rumah, masjid dan tubuh-tubuh saudara kita itu. Banyak anak direnggutkan dari pangkuan ibunya, terpisah dari keluarga dan segala macam penderitaan yang amat pedih yang dilakukan oleh biadab israel latnatullah itu.
Seperti yang selalu disampaikan oleh ustad Abu Luay bahwa pucak dari rasa syukur itu ialah ibadah. Semakin bersyukur seseorang semakin banyak ibadahnya.
Selanjutnya beliau mengajak jemaah untuk senantiasa mengucapkan selawat dan salam kepada nabi Muhammad SAW nabi yang lebih mencintai umatnya dari pada dirinya sendiri.

Dalam rangka memberingati tahun baru 1430 Hijriyah dan tahun 2900 Mesehi maka untuk pengajian kali ini surat yang dibahas adalah surat ke 59 Al-Hasyr ayat ke 18 sampai dengan ayat 24.

Ayat ke 18. Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Ayat 18 cukup masyhur dan paling sering dikutip oleh para ulama. Menurut Ibnu Kasir salah seorang ulama tafsir yang terkenal mengatakan bahwa ayat ke 18 ini adalah satu-satu ayat di dalam Al_Quran yang mengatakan 2 kali “wattaqillah”

Semakin bertambah usia semakin banyak perbuatan yang telah kita lakukan. Untuk melihat kwalitas seseorang bukan dilihat dari seberapa banyak umurnya akan tetapi seberapa tinggi kwalitas amal perbuatannya. Orang yang terbaik adalah orang yang panjang umurnya dan banyak pula amalnya. Imam Gozali mengatakan pada saat membaca kata “lighat” berhentilah sejenak cobalah lihat jejak kaki perbuatan kita selama ini, begitu juga dengan pandangan dan penglihatan kita. Sudah berapa banyak amal kita selama ini? Nanti di yaumil akhir di hari pembalasan ada 4 pertanyaan penting yang akan diajukan Allah SWT kepada kita dan apapun jawabannya tergantung kepada amal ibadah kita selama di dunia ini. Ke empat pertanyaan itu adalah sebagai berikut;

Pertama Umur
Mengenai umur. Untuk apa nikmat umur yang diberikan Allah?
Umur seperti anak panah, sekali lepas tidak bisa kembali lagi. Setiap saat berlalu dan tidak bisa diulang kembali. Marilah kita manfaatkan setiap detik yang masih diberikan oleh Allah ini untuk beribadah kepadanya atau menjalankan kehidupan ini sesuai dengan perintahnya. Janganlah sekali-kali waktu yang sedikit ini kita sia-siakan dengan melakukan berbuatan maksiat yang membuat semua amal baik kita menjadi sia-sia.
Kedua Ilmu
Mengenai Ilmu. Untuk apa ilmu yang diberikan Allah selama ini?
Setiap manusia diberikan ilmu oleh Allah SWT, tapi tidak semua orang mau menuntut ilmu. Bagi yang sudah berilmu apakah ilmunya sudah diamalkan? sudah dilaksanakan atau hanya tinggal sebatas ilmu pengetahuan saja. Menurut pepatah arab, ada orang yang sebenarnya berilmu tapi dia tidak sadar kalau dia berilmu. Ilmu yang sudah kita ketahui wajib kita ajarkan kepada orang lain agar ilmu itu bermanfaat. Syiarkan ilmu yang sudah di dapat selama ini agar orang lain mendapat manafaat dari ilmu itu.
Penulisan catatan di blog dan internet ini semoga dicatat oleh Allah SWT sebagai penyampaian ilmu yang kami dapatkan dan semoga anda yang membaca mengambil hikmahnya, amiin.
Ketiga Harta
Mengai Harta. Darimana didapatkan, bagaimana mengelolanya dan untuk apa digunakan?
Khusus untuk harta ini ada 3 pertanyaan. Pertama bagaimana cara mendapatkannya? Apakah dengan cara yang baik dan halal. Apakah semua prosedur sudah dilakukan dan terbebas dari cara yang bathil, riba dan perbuatan yang merugikan orang lain apalagi uang hasil korupsi dan kolusi. Berhati-hatilah di dalam mendapatkan harta. Bagi kepala keluarga harta digunakan untuk menafkahi keluarga. Berhati-hatilah harta yang haram jikalau dimakan oleh anak dan isteri akan menjadi darah daging yang kotor.
Lalu bagaimana pengelolan harta itu, apakah dikelola sesuai dengan syariat yang sudah ditentukan Allah?. Dan yang terakhir untuk apa harta itu digunakan. Banyak harta berasal dari yang halal tapi digunakan untuk yang haram. Misalnya harta hasil cucuran keringat digunakan untuk membeli minuman alkohol. Atau harta yang diusahakan dengan baik digunakan untuk ongkos pergi ke rumah dukun untuk mendapatkan sang dukun.
Keempat Tubuh
Jasad/tubuh kita. Untuk apa kita gunakan?
Tubuh kita adalah kita sendiri, apakah kita menggunakan diri kita untuk hal-hal yang bermanfaat sesuai dengan syariat Allah? Digunakan untuk beribadah memujinya dengan menjalakan sholat dan sholat sunat yang dianjurkannya. Digunakan untuk mencari nafkah dengan sebaik-baiknya.
Atau malah sebaliknya tubuh kita digunakan untuk maksiat, mengumbar syahwat dengan membuka aurat kepada kepada orang lain. Atau yang lebih parah lagi tubuh digunakan dan “dijual” untuk pemuasan nafsu.

Marilah kita semua bermuhasabah menghitung-hitung diri kita sendiri. Jika kita merasa bahwa kekurangan kita masih lebih sedikit dari kebaikan kita. Apakah aikaian kita masih lebih bagus dari akhlak kita? Itulah saatnya kita memohon ampun kepada Allah dan terus memperbaiki diri.

Leave a comment

Your email address will not be published.