Pengajian Figh Ustad Abu Luay usat Al Balad

Tadi pagi Ahad 1 Februari 2009 telah berlangsung pengajian rutin di musola Al Istiqomah Karya Indah Village II Jurangmangu Pd. Aren Tengerang. Berikut ini catatannya.
Sebelum membahas lebih lanjut mari kita kutip terjemahan surat Al Balad (negeri) surat ke 90 20 ayat halaman 476 Al Qur\’an terjemahan Depag RI.
  1. Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah)
  2. Dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini
  3. Dan demi bapak dan anaknya
  4. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah
  5. Apakah manusia menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa di atasnya?
  6. Dia mengatakan \” aku telah menghabiskan harta yang banyak\”
  7. Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya?
  8. Bukankah kami telah memberikan kepadanya 2 buah mata
  9. lidah dan dua buah bibir
  10. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan
  11. Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?
  12. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?
  13. Yaitu melepaskan budak dan perbudakan
  14. Atau memberi makan pada hari kelaparan
  15. Kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat
  16. Atau orang miskin yang sangat fakir
  17. Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang
  18. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan
  19. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri
  20. Mereka berada daam neraka yang ditutup rapat
Ustad Abu Luay mengingatkan bahwa tujuan kita pada setiap pengajian adalah melanjutkan silatuhami dan memperbarui iman atau tajdid. Sebagai manuasia kita sering hanyut dengan kesibukan duniawi sementara kita kita perlu menambah dan membagi ilmu. Menurut Rasullulah SAW \” tidak pantas seseorang yang mempunyai ilmu tapi tidak mau mengajarkan ilmunya, sementara itu tidak pantas seseorang yang bodoh dan tidak berilmu diam saja dengan kebodohannya\”. Sumber ilmu pengetahuan yang hakiki adalah yang berasal dari Al-Quran, ilmu yang berasal dari luar AL-Quran bersifat tinggal dan tanggal, ilmu akan ditinggalkan setelah ditanggalkan artinya sifatnya hanya sementar saja.
Tafsir surat Al Balad
Ayat pertama, Allah bersumpah mengenai kota Mekah. Mekah adalah kota pertama dan tertua di muka bumi ini. Pertama kali dibangun oleh nabi Adam AS kemudian dihuni oleh nabi Ibrahim AS, nabi Ismail dan nabi Muhammad SAW. Mekah mempunyai banyak sekali keistimewaan untuk mengetahui lebih lengkap ada buku khusus yang membahasanya. Keistimewaan Mekah antara lain adalah, nanti pada saat manusia dibangkitkan maka yang pertama-tema bangkit adalah jazad-jazad yang dimakamkan di kota Mekah. Keajaiban lain adalah terdapatnya sumur dan air Zam-zam dan satu-satunya di dunia ada mata air yang mengalirkan air sebegitu banyaknya tanpa henti sementera tidak ada danau, gunung ataupun hutan lebat yang berada dekat sumur itu. Kota Mekah juga diyakini sebagai pusat bumi atau porosnya bumi ini.
Sebagai kota kelahirannya, nabi Muhammad SWA sangat mencintai kota Mekah meskipun beliau menghadapi begitu banyak tantangan dan beliau diusir dari tanah kelahirannya itu karena melafaskan kalimat La ila Haillalah, tiada tuhan selain Allah. Kemudian pada saat kota Mekah ditaklukkan kembali oleh kaum muslimin tidak ada satu tetespun darah yang tertumpah karena kehebatan taktik perang yang jalankan oleh rasulllah SAW. Berbeda dengan cara berperang kaum-kaum yang lain dimana para pemimpin musuh, dicari, ditangkap, disiksa dan dibunuh. Rasul melakukan dengan sebaliknya, beliau mengatakan kepada kaum kafir Mekah \”bagi kalian yang lari dan bersembunyi di rumah Abu Sofyan, kalian aman. Kalau kalian bersembunyi dan berlindung di rumah si fulan (pemimpin kaum kafir Mekah lainnya) kalian juga aman\”. Berbondong-bondonglah mereka berlindung di tempat para pemimpin mereka. Abu Sofyan sangat terharu dengan perlakuan yang berikan oleh rasulullah SAW sehingga dia mengucapkan dua kalimah sahadat dan memeluk Islam.
Sesungguhnya manusia dilahirkan dengan susah payah. Di dalam hati manusia ada hati atau dalam bahasa Arab disebut Kabid. Hatilah yang membuat manusia merasa susah, sengsara dan kecewa serta merasa senang dan bahagia. Susah senang tergantung hati oleh karena itu pandai-pandailah memelihara hati.
Apakah mereka menyangka bahwa tiada yang berkuasa atas mereka? Kaun kafir Mekah pada saat itu saking sombongnya mereka menolak semua adanya tuhan Allah seperti yang diajarkan oleh rasul. Fir\’aun saja yang terkenal akan kekafirannya itu masih mengakui adanya tuhan maka sangatlah keterlaluan kaum kafir Mekah yang menolak adanya tuhan. Di dalam Al-Quran banyak sekali diceritakan mengenai Firaun dan nabi Musa, kisah ini hampir terdapat di dalam surat-surat yang panjang ini disebabkan karena Firaun adalah simbol dari kekafiran dan kesombongan yang sempurna sedangkan Musa adalah melambangkan kesalehan yang sempurna sepanjang sejarah sebelum kehadiran nabi Muhammad SAW. Pada jaman itu di Mekah ada kebiasaan orang memuji seseorang atas perbuatan yang sebenarnya belum dilakukannya.
Apakah mereka menyangka bahwa tidak ada yang melihatnya? Kelezatan mereka yang beriman adalah karena mereka senantiasa yakin bahwa Allah melihat dan memelihara dirinya. Dia tidak akan pernah berani melanggar peraturan Allah dan malu atas diri dan perbuatannya karena dia yakin bahwa Allah melihatnya. Salah seorang sahabat nabi yang paling malu kepada Allah adalah Usman bin Affan, saking malunya kepada Allah Usman tidak berani mandi telanjang walaupun di dalam kamar yang tidak ada satupun orang yang melihatnya.
Siapa yang pandai menjaga lisannya dia termasuk orang yang mendapat berkah dari Allah SWT. Bagian tubuh yang paling buruk adalah lidah dan bagian yang paling baik adalah hati. Lidah adalah bagian yang paling dibenci oleh bagian tubuh yang lain karena lidah sering menyebabkan masalah bagi bagian tubuh yang lain. Misalnya ketika lidah berkata kasar, muka menderita karena dipukul orang yang tidak bisa menerima dikasari. Rasulullah SAW berkata \”barang siapa yang pandai mengendalikan lisannya, dia akan bersama ku di surga\”
Allah tidak hanya meminta kita untuk beribadah seluruhnya kepada Allah tapi Allah juga mengetuk hati kita agar mempunyai rasa empati dan peduli pada nasib sesama manusia. Tidak diterima amal seseorang ketika dia makan kenyang sementaranya tetangganya kelaparan. Bantulah orang-orang miskin, masih banyak orang-orang ang tidak mampu menghidupi diri dan kelurganya berikan sebagian dari harta dan rizki yang ada pada kita untuk diberikan kepada saudara kita yang membutuhkannya.
Membantu dan memelihara anak yatim itu ibadah yang tinggi nilainya karena memelihara anak yatim sungguh penuh tantangan. Mungkin sudah menjadi kebiasaan bahwa anak-anak yatim yang dipelihara itu mempunyai sifat dan kelakuan yang tidak mengenakkan bagi orang tua yang mengasuhnya. Terimalah perbuatan mereka dengan ikhlas, itulah ujian bagi kita untuk menambah semakin banyak amal kita.
Senantiasalah kita memeliharha sifat kasih dan sayang antara kita sesama manusia. Rasul mengatakan \”sayangilah yang di bumi ini, maka yang Di langit akan lebih menyangi kita\”. Sayangilah sesama maka Allah akan lebih menyangi kita.
Kesimpulan
  1. Allah SWT memberikan pemahaman bahwa kita adalah makhluk yang lemah. Kita akan semakin lemah kalau kita hanya bersandar kepada alam. Untuk mendapatkan kekuatan dan sandaran yang kuat bersandarlah kepada Allah. Tawakkal tu illallah.
  2. Kesalehan kita tidak cukup hanya dengan hidup dan beribadah sendirian. Kita harus berempati kepada sesama, saling bantu membantu dan saling nasehat-menasehati
Dengan kedua kesimpulan itu insya Allah kita mampu melewati jalan yang sempit dan sulit, amiin.

Leave a comment

Your email address will not be published.