Puncak dari Rasa Syukur Adalah Ibadah

Assalamualaikum,
Guru kami bapak ustad Abu Luay, sering sekali mengingatkan bahwa puncak rasa syukur seseorang yang beriman adalah ibadah. Banyak orang yang tidak memahami ini sehingga mereka pada saat ingin menunjukkan rasa syukurnya mereka melakukannya dengan cara lain yang tidak berhubungan langsung dengan ibadah. Misalnya ketika seseorang berhasil lulus dari ujian sekolah atau kuliah, untuk menunjukkan rasa syukurnya dengan berlari-lari keliling kota bersama teman-teman sambil mencoret-coret baju mereka.
Lain lagi orang dewasa, ketika mereka berhasil mendapatkan anak pertama mereka setelah sekian tahun menikah, mereka mengadakan pesta \”syukuran\” atas kelahiran anaknya. Atau ketika sebuah perusahaan berhasil melewati tahun ke 10 dengan selamat perusahaan tersebut mengadakan pesta ulang tahun sebagai tanda syukur dengan acara besar-besaran dengan mengundang MC dan artis ternama di hotel berbintang dengan biaya ratusan juta bahkan sampai miliaran rupiah. Entah beberapa macam cara lagi yang dilakukan orang untuk menunjukkan rasa syukur atas rahmat Allah yang hampir semuanya tidak sejalan dengan cara yang diajarkan oleh Allah.
Cara-cara seperti di atas bukanlah cara yang diajarkan oleh nabi Muhammad SWA. Untuk menunjukkan rasya syukur adalah dengan memperbanyak ibadah, dengan sikap semakin tawadu\’ dan berserah diri kepada Allah. Ketika seseorang orang mendapatkan rahmat dan rizki dari Allah maka dia akan semakin banyak beribadah kepada Allah. Di dalam surat Ibrahim Allah mengatakan \”barang siapa yang bersykur atas rahmatKu, Aku akan tambah lagi nikmat Ku untuknya, tapi barang siapa yang ingkar ketahuilah bahwa azapku sangatlah pedih\”. Jadi yang dimaksud dengan bersyukur adalah dengan memperbanyak ibadah, bukan dengan menghambur-hamburkan rezeki yang diberikan oleh Allah. Ketika seseorang diberi kelimpahan rezki maka langkah pertama yang dilakukan adalah mengucapkan rasa syukur kepada Allah. Kemudian dia semakin meningkatkan taqwanya kepada Allah. Meningkatkan kwalitas ibadah sholat wajib, memperbanyak sholat sunat, sholat malam, sholat dhuha serta sholat sunat lainnya. Kemudian dia membayarkan zakat, memperbanyak sedekah dan infak dan membantu orang miskin dan memelihara anak yatim.
Dengan melakukan tindak bersyukur seperti itu justru dia akan mendapatkan janji Allah di dalam surat Ibrahim tadi bahwa dia akan mendapatkan lagi rahmat, nikmat dan rezeki yang lebih banyak dar Allah SWT.
Sebagai tanda syukurnya Rasullullah SAW kepada Allah SWT beliau tidak pernah sekalipun meninggal sholat tahujjud. Sampai-sampai isteri beliau tercinta Aisyah terheran-heran, \” ya Rasullulah bukankah engkau sudah dijamin dan diampuni segala dosamu oleh Allah SWT, untuk apa lagi sholat tahajjud tiap malam seperti ini\” serunya. Nabi menjawab \”ini adalah berbuatanku untuk menunjukkan rasa syukur saya atas rahmat Allah\”
Apakah kita sudah termasuk orang-orang yang pandai bersyukur? Ternyata bersyukur yang benar sangatlah mudah, cukup dengan meningkatkan kwantitas dan kwalitas ibadah kepada Allah. Tidak perlu mengadakan pesta, tidak perlu dengan melakukan hal-hal yang sulit. Semoga kita termasuk kepada orang-orang yang pandai bersyukur.

Leave a comment

Your email address will not be published.