Ketahuilah semua hal, tapi cukup kuasai satu hal saja.

Nasehat ini disampaikan oleh alamarhum paman saya pak etek Abdul Hamid Arifin 26 tahun lalu. Aslinya beliau menyampaikan dalam bahasa Inggris. Kalimat tepatnya saya lupa dan saya masih mencari-cari tapi belum bertemu. Kira-kira seperti ini “You may know everything but you must master one thing”

Sekarang saya merasakan betapa benarnya nasehat pak etek saya itu. Sejak awal kirir saya secara tidak sengaja saya “tercebur” ke dalam industri asuransi. Awalnya tidak menarik sama sekali. Karena sebagai wong ndeso saya tidak pernah mendengar ada perusahaan atau karir di bidang asuransi. Apalagi kerjanya harus jualan door to door di kota Jakarta yang pada saat itu saya baru saja 1 bulan menginjakkan kaki. Tidak tahu bisnisnya, tidak tahu jalan yang harus di lalui dan tidak kenal siapapun. Tapi karena terpaksa dam dorongan dari sang paman dan karena sudah terlanjur mendaftar menjadi agen asuransi di kantor rayon Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Rayon Menteng pada saat usia saya 1 bulan menjelang usia 19 tahun. Saya jalankan saja. Itulah awal langkah saya di industri asuransi yang hingga kini sudah saya jalankan selama 26 tahun!

saya pernah mencoba membangun karir di bidang lain tapi ujung-ujungnya saya kembali ke asuransi lagi. Saking berat menjalankan tugas sebagai PDL (petugas dinas luar) alias agen asuransi pada tahun ke 2 saya sempat menyerah dan pindah bekerja di bengkel perobot milik kerabat. Secara uang saya bisa mendapatkannya walau hanya cukup untuk sekali makan di warteg dan ongkos pulang pergi sekali seminggu. Akan tapi ternyata saya kehilangan banyak hal terutama cita-cita. Di industri asuransi khususnya salesman diajarkan perlunya cita-cita dan dreams yang ingin dicapai. Di bengkel, tidak ada, dari pagi sampai sore saya hanya bekerja secara fisik dan tidak bisa memikirkan masa depan apalagi untuk mempunyai hidup yang lebih baik.

Ujung-ujungnya saya kembali lagi ke industri asuransi dan kali ini saya masuk ke asuransi umum di AIU (AIG) dan menjadi agen lagi selama 1 tahun sebelum akhirnya masuk dan menjadi karyawan dari perusahaan broker asuransi terbesar di Indonesia hingga saat ini IBS berkat bantuan pak Irvan Rahardjo teman kuliah saya.
Mulai dari sini saya menyadari bahwa asuransi adalah jalah hidup saya “insurance is my life”. Saya menikmati jatuh bangun di dalam industri asuransi mulai dari penghasilan yang lumayan besar, perjalanan ke luar negeri, penghargaan dari teman, perusahaan dan industri serta pengetahuan asuransi yang semakin luas dan dihargai. Bahkan saya bisa mengembangkan bakat terpendam saya menjadi penulis dengan menjadi redaksi si beberapa media asuransi.

Tapi rasa jenuh pernah pula saya alami saat ketika saya sudah berhasil mendirikan dan membangun sebuah perusahaan broker asuransi dari nol hingga menjadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Di tahun ke 8 saya merasa kehilangan tantangan dan mencoba memulai karir di luar asuransi. Harus saya akui saya tidak berhasil di bisnis itu dan ujung-ujungnya saya kembali lagi ke dunia asuransi dengan memulai perusahaan baru lagi dari nol. Alhamdulillah setelah memasuki tahu ke 3 perusahaan itu kini semakin kuat dan kokoh.

Dari keterlibatan saya di asuransi saya tidak hanya memberikan manfaat bagi diri saya dan keluarga tapi juga bagi orang-orang dekat di sekitar saya. Karena melihat saya berkarir di bidang ini akhirnya banyak juga adik, sepupu, kerabat lain yang tertarik dan mempunyai karir dan bisnis yang bagus di bidang asuransi.

Apa kaitan cerita ini dengan judul di atas? Sangat erat. Pak etek saya mengajarkan hal yang sangat benar kepada saya. Meski awalnya saya tidak tertarik menjalankan bisnis asuransi tapi saya tetap berusaha untuk menguasainya ilmu dan bisnisnya. sesuai dengan dorongan paman saya. Dengan demikian tanpa saya sadari saya membangun basis yang kuat di dalam industri asuransi. Saya menguasai ilmunya, saya mengenal pelakunya, saya mengenal kekuatan dan kelemahaanya. Saya mempunyai teman yang begitu banyak sehingga pada saat saya memerlukan bantuan banyak yang bersedia membantu.

Banyak orang gagal karena tidak mempunyai kekuatan di satu bidang. Mereka tidak menguasai satu hal yang memberikan kekuatan kepada mereka. Mereka memang mempunyai pengatahuan yang luas dan banyak di berbagai bidang tapi mereka tidak mempunyai kahlian khusus.
Mereka hanya seorang generalis, bukan spesialis. Mereka hanya mengusai pucuknya tapi tidak memegang akarnya. Mereka hanya membicarakan bagian luar tapi tidak tahu isinya. Mereka hanya menurut apa kata orang bukan karena pengetahuan sendiri. Orang-orang seperti ini adalah orang rata-rata dan cenderung menjadi orang gagal.

Saran saya terutama kepada anak-anak muda. Pilihlah bidang yang ingin anda kuasai untuk hidup anda. Lakukan ini sebelum anda berusaha 24 tahun. Kalau kuliah, pilihlah jurusan yang sesuai dengan pilihan hati anda, yang anda senang dengan bidang itu. Kalau anda bekerja pilihlah jenis pekerjaan yang anda senang dan mempunyai masa depan yang baik. Setelah anda memilih tetapkan hati dan tidak usah larak-lirik lagi dengan bidang lain karena anda akan kehabisan waktu. Waktu memilih sangat terbatas yaitu pada usia 20-24 tahun tadi, setelah itu anda sudah terlambat karena kehidupan anda akan semakin berat.

Semua jenis pekerjaan dan karir adalah baik sepanjang itu halal. Tidak ada bidang yang lebih baik dari bidang yang lain. Menjadi pedagang tidak lebih baik dari menjadi pegawai. Menjadi guru tidak lebih baik dari pekerja kantor. Menjadi dokter tidak lebih baik dari menjadi polisi. Semua bagus dan semua baik. Yang membedakan adalah orang yang menjalankannya. Karena karir dan kemajuan ada di masing-masing bidang itu. Kalau menjadi pedagang anda berpeluang menjadi orang kaya-raya tapi kalau sedang gagal anda bisa menjadi orang miskin dalam sekejap. Menjadi pegawai anda sulit untuk menjadi kaya tapi anda dijamin tidak akan menjadi orang miskin. Sekali lagi semua bidang bisa memberikan hasil yang terbaik tergantung kepada anda.

Jadi, sekali lagi pilihlah bidang yang akan anda bangun untuk masa depan anda. Tetaplah di situ, gali dan kembangkan segala hal berkaitan dengan itu. Bangun pergaulan dan relasi di dalamnya sehingga ketika anda mengalami kesulitan (pasti terjadi) banyak orang yang siap menolong anda. Semoga bermanfaat. Amin.

Leave a comment

Your email address will not be published.