Selamat Jalan Ustad Abu Luay

Innalilahi wa Innalilahi Rojiun…. Pada hari Sabtu 19 Juli 2009 jam 03.30 telah perpulang ke Rahmatullah guru kami ustad Ali Yakkub Lubis atau yang dikenal dengan panggilan Abu Luay di Cianjur, Jawa Barat.
Usianya masih sangatlah muda, 35 tahun tapi karena Allah sudah memanggilnya maka tidak ada yang dapat menahannya walaupun satu detik.
Beliau sudah lama menderita berbagai penyakit. Awalnya adalah tekanan darah tinggi yang selama beberapa tahun masih bisa beliau atasi sendiri. 2 tahun lalu beliau menderita stroke sampai ada pembuluh darah yang pecah di belakang telinga. Tak salama setelah serangan stroke itu kemudian beliau mengalami gangguan ginjal akut yang mungkin juga disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Akhirnya beliau mengalami gangguan ginjal permanent dan harus menjalankan cuci darah 2 sampai 3 kali. Sejak itu kondisi kesehatan beliau terus menurun dan tidak bisa lagi pulih seperti semua.
1 bulan lalu beliau kembali mendapatkan cobaan dari Allah SWT, beliau terjatuh dari sepeda motor yang mengakibatkan tulang belikat patah 2, tulang bahu patah, pergelangan tangan dan beberapa jari kiri juga patah. Sejak itulah kondisi fisik beliau semakin parah dan berat.

Bagi kami ustad Abu Luay adalah guru dan saudara karena kami sudah bergaul dengan beliau sudah hampir 10 tahun lamanya. Beliau adalah guru rutin setiap 1 bulan sekali mengajar di Musala Al Istiqomah Karya Indah Village II Jurangmangu Timur Pondok Aren Tangerang.
Beliau seorang ulama dan guru yang sangat luas ilmunya sehingga hampir semua jemaah Al Istiqomah tertarik dengan ilmu yang disampaikan. Beliau tidak hanya fasih di dalam membaca Al-Quran dan hapal beberapa surat. Beliau juga sangat mahir dalam menguasai ilmu tafsir sehingga setiap ayat dan kalimat Al-Quran menjadi sangat jelas dan mudah dipahami maksudnya.

Beliau salah seorang ulama yang cerdas dan tawaddu’ sehingga kita umat Islam kehilangan seorang ulama seperti beliau ini.
Pendidikan agama beliau dimulai dari Thawalib Padang Panjang, Sumatera Barat dan kemudian melanjutkan di Madinah Al Munawarah Saudi Arabia dan setelah lulus beliau kembali ke tanah air mengabdikan ilmunya.
Beliau berasal dari salah desa di Kecematan Panti, Kabupaten Pasaman Timur, Sumatera Barat.
Selama bertahun-tahun beliau pernah menjadi salah seorang penceramah di stasiun televisi TPI dan beberapa stasiun tv lainnya. Beliau juga sering membawakan ceramah di berbagai stasiun radio, dan di berbagai mesjid di Jabotabek bahkan beliau juga pernah menjadi khotib sholat Jumat di mesjid Istana Negara.

Ustad Abu Luay meninggalkan 4 orang anak dan 1 orang isteri. Anak yang tertua bernama Luay (yang dijadikan panggilan beliau) usiannya 10 tahun sedangkan yang paling kecil seorang puteri bernama Namora usianya baru 2 bulan pada saat ditinggalkan.

Semoga Allah menempatkannya di tempat yang mulia yaitu surgaNya Allah, karena selama hidupnya beliau telah banyak mengajarkan ilmu Allah dan Rasulnya kepada sekian banyak orang. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga senantiasa mendapat lindungan dari Allah SWT dan senantiasa diberi kesabaran di dalam menghadapi cobaan ini. Amin

Leave a comment

Your email address will not be published.