Mencari Peluang Baru

Siang kemarin saya bicara melalui telepon dengan salah seorang rekan yang dulu kami sama-sama bekarja di VBS. Sekarang dia bekerjasama dengan perusahaan lain dalam bentuk partnership dimana dia menggunakan fasilitas perusahaan untuk mendapatkan bisnis dengan system bagi hasil.
Sudah hampir 11 tahun kami bekerjasama dan dia termasuk orang yang saya ajak untuk membangun sebuah divisi baru di bidang Oil and Gas. Sekarang dia termasuk salah seorang pemain inti di dalam bidang Oil and Gas ini. Pada saat kami mulai tidak ada pesaing karena pada saat itu bisnis asuransi masih didominasi dengan bisnis langsung (direct) ke perusahaan asuransi yang dimiliki oleh PERTAMINA. Nasabah tidak mempunyai pilihan untuk menggunakan jasa broker dan konsultan asuransi. Lagi pula, memang tidak ada perusahaan asuransi lain yang bisa memberikan jaminan asuransi selain perusahaan asuransi itu. Berkat kerja keras kami dan didukung oleh pemegang saham yang banyak berlatar belakang di bidang Oil and Gas alhamdullilah kami berhasil menjadi pemain utama di sektor ini pada waktu itu.

Ada gula ada semut, demikian pepatah lama yang sering kita dengar. Keberhasilan kami menggebrak pasar ini ternyata didengar pula oleh pesaing-pesaing lain dan mereka mulai pula masuk ke sektor ini. Sampai 2 tahun pertama hanya ada 2 atau 3 pesaing yang kami hadapi. Tapi kini menurut teman tadi ada 12 perusahaan yang bersaing di sektor ini. Hanya dalam jarak waktu sekitar 10 tahun persaingan meningkat menjadi 1,200%. Padahal pasarnya tidak bertambah karena industri Oil and Gas Indonesia dari tahun ke tahun relatif sama saja bahkan terjadi penurunan produksi. Yang menarik, lebih dari setengah dari pesaing itu adalah bekas kawan-kawan satu kantor kami dulu, mereka yang dulu sama-sama belajar, sama merintis bisnis ini. Tentu bisa di bayangkan betapa beratnya tingkat persaingan yang terjadi. Sudah barang tentu banyak yang harus berkorban, masalahnya sekarang bukan seberapa besar penghasil yang di dapat akan tetapi seberapa kerugian yang mungkin dipikul kalau mendapatkan bisnis.
Kalau kami masih berada di pasar Oil and Gas juga sudah pasti kami “mati” dikerubuti oleh para pesaing yang sebanyak itu. Alhamdullilah kami sudah antisipasi sejak awal kami mulai bisnis baru kami 3 tahun lalu. Kami memulai sektor lain yang kami yakin mempunyai kelebihan dan keunggulan di sektor ini. Kami juga memilih sektor yang tidak “terhendus” oleh pesaing-pesaing kami terutama bekas kawan-kawan dulu. Kami bangun network baru, lokasi baru ilmu baru serta dukungan baru. Ini mungkin yang disebut sebagai Blue Ocean Strategy yang dikemukakan oleh prof Kim.
Jadi, selalu ada peluang bagi mereka yang kreatif menciptkan pasar baru. Di dalam dunia bisnis yang penuh dengan persaingan seperti sekarang ini diperlukan pengusaha “creator” bisnis dan seorang yang berani serta mampu melihat dan menggali pasar-pasar baru. Kebanyakan orang lebih sebagai “follower” pengekor saja. Mereka menggarap pasar yang sudah digarap orang lain mereka hanya melakukan apa yang disebut prinsip ATM, yaitu Amati Tiru dan Modifikasi. Mereka mengamati peluang, mereka meniru (copy paste) ide orang lain dan kemudian melakukan modifikasi sedikit lalu mereka maju pesar dengan mengatakan ‘kita sama tapi lebih baik”.

Leave a comment

Your email address will not be published.