Gus Dur, Maafkan aku….

Gus Dur Yth,
Hati ini terkejut ketika menonton tv tadi malam selepas sholat isya. Ada siarang langsung melaporkan proses pemberangkatan jasad mu dari SRCM. Terlihat begitu ramai orang menunggu jasad mu lewat.
Innalilahi wa inna lillahi rojiun, Sesungguhnya milik Allah, kembali kepadaNya. Sore kemarin jam 18.45 engkau telah dipanggilNya untuk menghadap. Semua anak bangsa ini terkejut mendengar berita kepergian mu itu.
Gus Dus, kita tak pernah saling kenal secara langsung, bahkan mungkin melihat dari dekatpun rasanya kita belum pernah. Tapi hati ini merasa sangat mengenal dirimu. Bibir ini mungkin sudah ribuan kali menyebutkan kan nama mu.
Semua ini karena kekuatan ketokohan yang ada dalam dirimu, engkau seorang tokoh bangsa ini sangat menarik banyak perhatian orang, engkau sosok yang suaranya selalu didengar, komentarmu selalu ditunggu-tunggu.
Walau, maaf ya gus, tak jarang komentarmu membuat hati ini jengkel dan kesal. Sering pula bibir dan hati ini berburuk sangka karena ucapan dan tingkahmu itu.
Aduh Gus, aku malu pada diriku sendiri akan kezaliman diri ini pada mu. Karena aku tak pantas berkata-kata seperti itu karena kita tak saling mengenal. Lagi pula semua yang engkau ucapkan tak ada kaitan langsung dengan driku.
Gus Dur, maaf kan aku, meski engkau tak lagi bisa menjawab permintaan maaf ini. Saya berharap kepada karib kerabat anda sempat membaca tulisan ini agar kiranya sudi memaafkan.
Sebagai anak bangsa engkau telah dikaruni oleh Allah untuk memimpin negeri ini, banyak kebaikan yang telah engkau berikan kepada bangsa ini yang tak dapat aku sebutkan satu persatu. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah engkau berikan dengan pahala yang berlipat ganda. Atas semua kesalahan yang mungkin engkau perbuat aku berharap semoga Allah mengampuni semuanya. Sehingga engkau berhak ditempatkan di dalam syurga Allah yang luas dan nyaman.
Kepada keluarga Gus yang ditinggalkan semoga Allah memberikan kekuatan iman di dalam menghadapi cobaan ini. Semoga pula Allah ganti dengan seseorang yang lebih baik dari Gus Dur yang akan menjadi kembanggan keluarga.
Sekali lagi maafkan aku Gus……
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Bintaro 31 Desember 2009

Leave a comment

Your email address will not be published.