Small Talk and Big Talk

Sangat menarik sharing dari rekan baru kami Rika Kusnadi tadi siang di DSM. Rika adalah seorang pengusaha sukses berlatar belakang pendidikan di bidang akutansi dan tidak ada latar belakang bisnis sama sekali sebelumnya. Tapi setelah melalui proses akhirnya kini Rika menjadi seorang pengusaha sukses. Dari hasil usahanya Rika kini sudah mencapai hasil yang terbaik bagi keluarga dan masa depannya.
Rika membahas cara-cara berkomunikasi, ada dua jenis komunikasi yaitu bercakap-cakap dan berkomunikasi. Dia menyebutkan sebagai a fine art of big talk. Beda antara bercakap-cakap dengan berkomunikasi adalah kalau komunikasi itu adalah saling memahami dan dipahami.

Small talk adalah bincang-bincang suatu pembicaraan yang tidak terlalu berat cenderung santai, materi yang dibicarakan juga hanya sekitar hal-hal yang umum. Tujuannya adalah untuk saling mengenal lebih jauh antara dua orang atau lebih. Hal yang dibicarakan misalnya seputar keluarga, tempat tinggal, pekerjaan, hobby dan hal-hal yang bersifat umum lainnya. Small talk ini sangat diperlukan dalam rangka mendapatkan informasi yang lebih lengkap tantang seseorang untuk mengetahui apakah dia cocok dengan bisnis kita atau dia termasuk calon pembeli produk barang kita.
Kita perlu melatih diri agar mahir di dalam menjalankan small talk ini. Gunakan teknik bertanya dan mendengar, ajukan pertanyaan kemudian dengarkan, tanggapi dengan bertanya lagi sehingga mereka terbuka untuk menyampaikan informasi yang lebih lengkap lagi.
Setelah berhasil mengembangkan small talk dan anda berhasil mendapatkan \”hot botton\” atau kunci minat dan kemauannya serta kemampuannya kemudian barulah tingkatkan komunikasi kepaga \”big talk\” atau bicara serius tentang bisnis yang akan kita tawarkan. Karena anda sudah mengetahui lebih banyak tentang mereka proses ini terasa akan mudah sekali berjalannya. Pertama karena anda sudah mengenal mereka lebih dahulu. Anda tentu bisa membayangkan betapa sulitnya menawarkan sesuatu kepada orang yang baru dikenal.
Pada saat anda melakukan proses hard talk, lakukan dengan serius dan jangan dicampur dengan small talk. Maksudnya anda tawarkan produk barang dan jasa anda pada tahap ini secara penuh konsentrasi dan tidak dicampur dengan hal-hal yang umum. Tujuannya agar mereka itu memahami betul konsep dan kelebihan dari barang yang ditawarkan, sehingga akhirnya mereka tertarik dan memutuskan untuk membeli.
Sering orang mencampur adukkan antara small talk dengan hard talk akibatnya susah sekali terjadi transaksi, kalaupun jadi proses menjadi lama dan tidak maksimal.

Leave a comment

Your email address will not be published.