Gong Xi Fa Chai

Saya ingin mengucapkan Gongxi Fa Cai kepada rekan-rekan saya yang merayakan Imlek yang jatuh pada hari Ahad  tanggal 14 Februari 2010.
Tahun ini saya melakukan hal yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kalau sebelumnya perhatian saya tidak begitu besar kepada rekan-rekan yang merayakannya tapi tahun ini secara pribadi dan  dari kantor saya mengirimkan kartu dan parcel serta ada ampaw juga untuk beberapa rekan.
Ini semua saya lakukan setelah saya mendengar pembicaraan dari pembicara tamu kami di DSM Ahad lalu Hardian. Sebagai seorang Chinese dia mengatakan betapa dia, keluarga dan saudara-saudaranya sangat bahagia begitu mendapatkan perhatian dari rekan dan saudara mereka ketika mereka merayakan Imlek. Setelah mendengar penjelasannya saya menyadari betapa selama ini saya tidak memberikan penghormatan kepada rekan-rekan dan klien-klien saya yang merayakannya.
Saya jadi ingat ketika saya ke Kualalumpur (KL) dan Singapuran pada tahun 1993, saya  terkagum-kagum melihat ghairah  warga kota KL dan Singapura menyambut Imlek. Hampir di setiap toko tertera hiasan dan spanduk beraksara Cina terpasang. Dari dalam mall dan pertokoan terdengar lagu-lagu Gangxi Fa Cai dengan berbagai nada dan gaya. Di Indonesia perayaan seperti itu baru mulai sekitar 10 tahun lalu ketika almarhum Gus Dur memprakarsai perubahaan undang-udangan yang melarang kegiatan seremoni seperti Imlek ini, bahkan sekarang Imlek menjadi kalender merah dan menjadi hari libur nasional.
Saya bersyukur bahwa sekarang setiap orang di negeri ini  mempunyai kekebasan untuk merayakan hari-hari besar agama mereka masing-masing karena negeri ini adalah negeri bagi semua orang. Negera menjamin kebebasan masing-masing warga negera untuk memeluk agama dan keyakinan mereka masing-masing.
Tapi bukan berarti  bebas menyebarkan agama kepada orang lain yang sudah beragama. Kita harus menghargai keyakinan orang lain walau kita tidak sama keyakinan agama dengan mereka. Islam mempunyai prinsip yang sangat jelas tentang itu, di surat Al Kafirun Allah mengatakan \”bagimu agamamu, bagiku agamaku\”
Gong Xi Fa Chai… kawan-kawn..

Leave a comment

Your email address will not be published.