JAVA JAZZ 2010

Perhelatan tahunan JAVA JAZZ FESTIVAL (JJF) edisi 2010 baru saja berlalu. Diadakan untuk pertama kalinya di lokasi Jakarta International Expo (JIEP) Kemayoran pada tanggal 5, 6, dan 7 Maret 2010. Sebelumnya sudah lebih dari 5 tahun diadakan di Jakarta International Convention Center (JICC). Pemindahan lokasi ini karena JICC sudah tidak  sanggup lagi menampung penggemar musik jazz Indonesia yang dari tahun ke tahun terus bertambah. Tahun ini JJF dihadiri lebih dari 100,000 orang di luar panitia dan pengisi acara yang jumlahnya juga lebih dari 5,000 orang. Angka ini naik dari 84,000 orang yang menghadiri JJF 2009 lalu. JJF menghadirkan artis dari luar negeri sebanyak lebih dari 275 artis dan 50 group band.

Meski diadakan di lokasi baru, JJF tahun ini tak kalah meriah dari sebelumnya. Memang banyak yang merasa tak nyaman dengan suasana baru karena sudah terbiasa di JICC yang lebih integrated diaana antara panggung ke panggung yang lain dapat dijangkau dengan mudah. Demikian pula dengan lokasi JIEP yang relatif jauh dari pusat kota sehingga menyulitkan bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan. 
Overall, semua itu tidak membuat JJF 2010 ini kurang gregat. Parkir kendaraan memenuhi seluruh halaman parkir  JIEP sehingga membludak ke luar dan memadati sisi jalan sekitar JIEP, ada 2 jalur yang dipenuhi kendaraan mewah berbagai merek.

Para pengisi acara tak kalah seru dari tahun lalu semua pemusik kelas dunia. Meski sang bintang tahun lalu Jason Mraz tidak hadir. Tapi ketidak hadiraannya bisa tergantikan oleh  penampilan yang memukaiu dari Jhon Legend, tiket khusus shownya habis terjual. Demikian juga dengan Toni Braxton, Manhatan Transfer dan show juga banyak menarik perhatian publik jazz Jakarta adalah penyanyi top dunia khususnya di Eropah asal Indonesia Shandy Sundoro.
Para pengunjung tidak hanya berasal dari Jakarta/Indonesia tapi juga dari manca negara, banyak sekali pengunjung dari negara tetangga Australia, ASEAN, Hongkong, Jepang dan Korea yang tumpah ruah di JIEP. Dan bahkan orang nomor satu di negeri ini presiden SBY juga hadir di hari kedua  dan pak wakil presiden Budiono di hari kedua yang larut menonton Manhattan Transfer.

Saya hadir di hari ketiga bersama my wife, my son dan teman my son. Hari pertama saya tidak bisa hadir karena ada acara lain, hari kedua karena ada rapat mushola dan di hari ketigalah saya sempatkan hadir. Saya memang harus hadir, karena saya adalah PARTNER dari JJF. Alhamdullillah sejak JJF tahun lalu kami sudah menjadi rekanan dari JJF untuk kesuksesan acara ini. Sebagai partner maka saya pun  berhak mengguntungkan PASS CARD di dada saya. Saya merasa terhomat sekali menjadi bagian dari hajatan kelas dunia ini, untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada pak Peter Gontha, mba  Dewi S Gontha dan tentunya kepada komandan JJF ini pak Januar Chandra dan semua crew JJF yang luar biasa. 

Kesuksesan JJF ini adalah kelanjutan dari kehebatan team kerja JJF selama ini. Untuk diketahui bahwa JJF adalah event musik jazz terbesar di dunia! jauh diatas festival serupa seperti North Sea  Jazz Festival  di Belanda dan lain-lain. Bahkan banyak sekali negara-negara lain yang ingin belajar dari JJF untuk mengadakan acara yang sama di negera mereka. Mereka datang dari China, India, Malaysia, Korea dan lain-lain. Kita perlu bangga bahwa Indonesia mempunyai keunggulan lain di bandingkan negara-negara lain.

Saya berharap JJF 2011 akan semakin sukses dan meriah. Saya yakin team JJF selalu memikirkan yang terbaik untuk penggemar musik jazz Indonesia. 
SELAMAT.

Leave a comment

Your email address will not be published.