Tumbuh-Grow-Tukul

Sejak dua minggu ini saya memperhatikan tanaman ketela kuning yang kami jadikan tanaman hias yang kami tanam di tanah kosong depan rumah kami. Saya memilih tanaman itu karena warnanya kuning, dan sejak beberapa tahun terakhir ini banyak sekali menghiasi taman-taman di Jakarta.
Bibit tanaman itu saya pungut sisa potongan rumput taman di depan mesjid Jamik Bintaro Sektor 1, sekitar dua  minggu yang lalu. Sudah lama saya mencari bibitnya, setelah saya mutar-mutar mencari di penjualan tanaman ternyata tidak ada yang menjual. Karena bibit itu berasal dari potongan ujung-ujung ketela tumbuhnya kurang merata, ada yang cepat ada yang lama, tapi akhirnya semua tumbuh dan berkembang.
Pada saat saya tanam, bibit itu kurus dan layu seperti tidak akan bisa hidup. Setiap hari saya perhatikan dan tampa terasa setelah dua minggu pertumbuhannya ada yang sudah mencapi hampir 40 cm. Luar biasa.

Saya ingin mengangkat Tumbuh sebagai topik tulisan kali ini karena ternyata tumbuh atau pertumbuhan itu suatu nikmat yang sangat menakjuban dan harus disyukuri sebagai anugerah.
Kita memerlukan pertumbuhan, karena dengan pertumbuhan semua bisa berubah, dari tiada menjadi ada, dari kecil menjadi besar, dari hijau menjadi merah, dan seterusnya.
Kita memerlukan pertumbuhan, jika tanaman tidak tumbuh maka kita tidak bisa memanen hasilnya. Jika kita tidak tumbuh menjadi dewasa maka dunia ini penuh dengan bayi. Jika bisnis tidak tumbuh kita tidak mendapatkan hasilnya.
Di dalam berusaha atau berbisnis pertumbuhan menjadi satu indikasi penting. Sebesar apapun modal yang ditanamkan, semuanya akan menjadi sia-sia kalau bisnis itu tidak tumbuh atau hanya jalan di tempat. Tidak peduli sehebat apapun seorang professional tapi kalau penghasilannya tidak bertumbuh dia tidak bisa dianggap sebagai professional.
Kalau bisnis anda memperlihatkan adanya pertumbuhan, walau hanya sedikit syukurilah karena itu pertanda bisnis anda sedang berkembang. Janganlah cepat-cepat menutupnya. Selanjutnya anda akan lebih mudah mengembangkannya karena anda sudah yakin bahwa ia tumbuh. Sekarang usahakan bagaimana ia bisa tetap tumbuh apalagi kalau bisa tumbuh dengan cepat.
Setelah  menelurusi lorong bisnis yang terasa sangat panjang, kadang kita merasa lelah karena masih banyak persoalan  yang belum terselesaikan. Sering kita bertanya, sampai kapan saya harus melewati terowong gelap, becek dan bau ini?
Tapi, di dalam perenungan saya, saya menemukan sunatullah Tumbuh ini. Memang persoalan  masih banyak, tapi tidak sedikit yang sudah selesai,  tekanannya sudah mulai menurun, jumlahnya juga sudah mulai mengecil. Itu juga suatu pertumbuhan yang positif, bahkan kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tekanan itu sudah jauh berkurang.
Di lain pihak kita juga mensyukuri pertumbuhan yang kita terima dari Allah. Bisnis  semakin bertumbuh, klien semakin bertambah,  kepercayaan dari  bank juga sudah mulai ada, teman-teman juga bertambah banyak dan syukur Alhamdullilah pendapatan juga meningkat.
Memang kondisi ideal yang kita inginkan mungkin belum tercapai, tapi melihat sunatullah pertumbuhan itu memberikan harapan besar kepada kita bahwa dengan izinNya insya Allah, kita akan ke luar dari semua ujian ini dan mencapai kemenangan. Sederhananya seperti ini, di satu sisi persoalan mulai berkurang di sini lain penghasilan bertambah. Satu saat akan tercapai keseimbangan dimana persoalan menjadi minimal dan penghasil mulai optimal. Selanjutnya adalah kondisi yang kita semua idam-idamkan, bebas masalah, banyak uang, banyak waktu dan dekat dengan Allah. Semoga Allah SWT mengamini.

Leave a comment

Your email address will not be published.