My Son at JUMANJI Summer Camp

Program ini berdurasi 5 hari mulai dari Ahad sampai Jumat. Anak ditinggal bersama pantia di kampus 2 UNISBA di Ciburial. Selama program anak-anak diajari untuk mengurus diri sendiri. Mereka mengerjakan semua pekerjaan rumah harian mulai dari membereskan tempat tidur, nyupir (nyuci piring), mencuci baju, memasak, sholat, mengaji dan belajar.
Program ini diselenggarakan oleh mahasiswa-mahasiswa Bandung yang bernaung di dalam mahasiswa Mesjid Salman ITB. Awalnya kegiatan ini di besut oleh mahasiswa ITB namun karena kesibukkan mahasiwa ITB, kini kegiatan ini dilanjutkan oleh mahasiswa dari UNISBA, UNPAD dan lain-lain.
Awalnya kami tidak berniat untuk mengikutkan my son ke kegiatan JUMANJI ini. Kami sebenarnya merencanakan untuk ikut acara serupa tapi dari pengelola yang lain. Kami terlambat menadaftar di tempat itu sehingga kami berusaha mencari program yang sama. Alhamduillah ada informasi dari teman my wife Diana di BSD yang memberi tahu bahwa 2 orang keponakannya akan mengikuti kegiatan JUMANJI, langsung kami kontak dan langsung mendaftar.
Sebenarnya kami ragu apakah my son  akan mau mengkuti program seperti ini karena dia belum pernah pergi dan tinggal sendiri jauh dari rumah. Apalagi dia sedang asyik-asyiknya bermain di rumah bersama teman-teman tetangga yang setiap hari dari pagi sampai malam. Pernah satu kali kami ajak my son pergi, dia menolak karena tidak mau meninggalkan teman-temannya. Syukur alhamdulillah begitu kami beritahu bahwa dia akan diikutkan program seperti Summer Camp itu, dia sanang dan tertarik. Dia mungkin sudah membayangkan dia akan mengikuti kegiatan seperti film TV kesukaananya di Disney Channel Camp Rock.

Kami mendaftar hari Kamis tanggal 24 Juni dan seharusnya hari Sabtu kami sudah harus sampai di mesjid Salman Bandung tapi karena kami masih sibuk bekerja, kami baru bisa berangkat Jumat malam jam 7 dari Jakarta sampai di Bandung jam 10.00 malam. Kami agak bingung mau menginap dimana karena kami belum memesan kamar hotel. Semua hotel di Bandung pasti penuh karena ini musim liburan. Akhirnya kami langsung saja ke jl Juanda dekat ITB, alhamdulillah kami dapat di hotel Royal Dago, walau harga kamarnya cukup tinggi.
Jam 7 pagi kami sudah sampai di mesjid Salman, ternyata sudah banyak anak-anak, mereka membawa semua perlengkapan yang dimnta seperti kasur, panci, baju, jaket dan lain. Setelah meneyelesaikan pendaftaran, berkenalan dengan kakak-kakak pembina kami biarkan my son untuk mulai berkenalan dengan teman-temannya. Kami senang karena my son sangat tertarik dengan suasananya, dia mulai enjoy dengan lingkungan dan semua peserta yang lain. Ada 140 anak yang mengikuti acara ini, umurnya yang paling besar adalah 12 tahun, jadi semuanya anak SD.
Setelah acara pembukaan, kemudian anak-anak bergabung di dalam kelompok-kelompok yang sudah ditentukan dan my son masuk kelompok Percikan Iman yang terdiri dari 10 orang anak laki-laki. Jam 9 pagi kami pergi meninggalkan anak-anak setelah acara serah terima kepada panita. Awalnya ragu apakah my son akan betah dengan suasana seperti ini, tidak ada satupun orang yang dia kenal, kebanyakan anak-anak adalah anak BALI alias Bandung Asli.
Malam harinya kami mendapat telepon dari panitia, dengan suara agak gugup sang kakak pembina memberitahu bahwa my son agak sesak nafasnya. Kami memang sudah memberitahu pada saat medical check up dengan panitia bahwa my son ada asma. Kami agak sedikit gusar, kami memang tidak memberikan obat asmanya. Waktu kami bicara dengan my son, kami tanya selera makannya dia bilang tadi makan enak. Mendengar itu kami agak senang karena biasanya kalau asma selera makannya hilang ini berarti asmanya tidak terlalu mengganggu, mungkin karena udara yang sangat dingin. Alhamdullilah malam itu dia bisa tidur tapi mengungsi ditempat ruang medik. Besoknya kami antarkan obatnya dan alhamdulillah dia bisa mengikuti kegiatan sampai selesai.
Hari Jumat pagi ketika kami jemput, my son sangat  ceria sekali, dia senang sekali dengan kegiatan yang dijalankan selama JUMANJI. Dia sangat berkesan dengan kebaikan kakak-kakaknya, kelucuan teman-temannya. Dia juga juga senang dengan pengalaman baru belajar memasak, dia sudah bisa memasak omlet. Dia juga sangat berkesan ketika diajak berkunjung ke Bandung TV, Kids Radio, Papa Rons Pizza tempat dia menyaksikan proses pembuatan pizza.
Hasil setelah mengikuti kegiatan ini, my son semakin mandiri, pd, sikapnya juga semakin baik dan cooperative, mudah diarahkan dan grow up.
My son ingin tahun depan mengikuti program ini sekali lagi!

Informasi ini dipersembahkan oleh:

lngrisk.co.id

Leave a comment

Your email address will not be published.