Garuda di Dada Ku 2

Sejak 3 minggu belakangan ini di Indonesia nama Garuda sedang menjadi bahan pembicaraan semua orang. Mulai dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai pulau Rote, tua, muda semua hanyut dalam perasaan takjub melihat kepak sayap Garuda Indonesia.Yah, karena si Garuda sedang terbang tinggi mengangkasa menembus cakrawala dunia.
Garuda yang dimaksud adalah Tim Nasional Sepakbola Indonesia (TIMNAS) yang telah menorehkan prestasi cemerlang di ajang pertandingan sepakbola AFF Cup 2010 yang sekarang sedang memasuki babak seminfinal. Turnamen paling bergengsi si ranah ASEAN. Selama sebelas tahun mengukuti turnamen ini Indonesia belum sekalipun berhasil memenanginya. Walau sudah 4 kali mencapai babak final namun tak sekalipun Piala AFF singgah di bumi pertiwi ini.

Di turnamen kali ini Indonesia mempunyai harapan besar karena penampilan TIMNAS sungguh sangat mengagumkan. Mereka berhasil menaklukkan lawan-lawan hebat yang selama ini kerap mengganjal langkah mereka. Terutama ketika mereka berhasil mengatasi tim tangguh gajah putih Thailand dengan skor tipis 2-1 di babak penyisihan. Sepanjangan sejarah, Garuda sering kali keok ditangan gajah putih itu, tapi  kini sejarah telah berubah, Garuda berhasil menyambar gajah putih.
Perjalanan Garuda di turnamen AFF 2010 memang belum usai, masih ada 3 laga lagi yang harus dilakoni Garuda. Sekali lagi di perempat final tanggal 19 Desember 2010 di Gelora Bung Karno melawan si Azkals alias si anjing jalanan sebutan Tim Nas Filipina yang kemarin malam di leg pertama berhasil dijinakkan oleh Garuda dengan skor 1-0. Jika Garuda bermain trengginas seperti malam kemarin, insya Allah dipertandingan leg ke 2 Garuda bisa menjinakkan si Azkals.

Saya tertarik untuk mengulas mengenai nama \”Garuda Di Dada ku\”, nama itu diambil dari judul film layar lebar yang diedarkan mulai tahun lalu. Film ini sudah pernah saya tulis di dalam blog ini tahun lalu. Film itu selain bagus dan sangat memotivasi khususnya bagi anak-anak untuk bermain bola. Bagi saya film ini juga mempunyai arti penting karena saya kenal baik dengan penulis skenarionya. Mungkin juga ide judul Garuda di Dadaku datang dari orang ini, dia adalah keponakan ku yang luar biasa Salman Aristo. Di tangannya juga lahir karya film manumental lainnya Ayat Ayat Cinta dan Laskar Pelangi.
Garuda di Dada ku sangat inspiratif, memacu semangat nasionalisme orang untuk selalu membanggakan Garuda sebagai lambang negara Indonesia. Setiap orang ingin ada Garuda dadanya. Apalagi dibuat pula lagu dengan syair yang menggelorakan semangat \”Garuda di dadaku, garuda kebanggaanku, …. hari ini kita pasti menang…..\” dan seterusnya.Ini perwujudan semangat nasionalisme baru era reformasi. Di era Orde Baru nasionalisme ditunjukkan dengan pakain seragam, baris-berbaris, upacara dan pengarahan mengenai Pancasila.

Yang membuat lagu itu semakin kuat dan mempunyai roh karena lagunya diambilkan dari lagu rakyat dari tanah Papua, anda pasti ingat!, \”apose kokondao, apuse……\”. Pengambilan lagu ini tepat sekali, karena menggambarkan bahwa bangsa ini mempunyai tanah yang sangat subur penghasil pemain sepakbola handal yah.. tanah Papua itu. Setiap musim kompetisi sepakbola tanah air selalu saja ada anak-anak Papua yang menjadi pemain hebat dan menjadi andalan TIMNAS. Di Timnas kali ada anak muda yang sangat lincah dan kencang larinya Otovianus Maniani. Si Okto ini sering sekali membuat report barisan pertahanan lawan yang menghasilkan gol. Sebenarnya ada lagi pemain asal Papua yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya di TIMNAS dia adalah Boas Salossa, striker hebat, kuat, cepat dan pintar dia saat ini menjadi top scorer Liga Indonesia. Tapi sayang di Boci (nama panggilan Boas) terlambat hadir di Pelatnas sehingga dia di coret, sayang sekali.
 Menyanyikan lagu Garuda di Dada ku, bisa membubungkan rasa nasionalisme orang Papua yang kadang sering dicemari oleh aksi gerakan separatis Papua Merdeka. Ini tentu sangat membantu pemerintah mengatasi masalah keamanan dan kesejahteraan sosial.

Oke, sekarang kembali ke TIMNAS. Kwalitas permainan sangat bagus, kerjasama antar lini jauh lebih baik dan sangat efektif dari penampilan sebelumnya. Hal yang membuat warna baru pada TIMNAS kali ini adanya dua pemain naturalisasi Irfan Bachdim dan Cristian Gonzalez. Irfan sebenarnya adalah WNI yang juga berpaspor Belanda karena ayahnya wong Malang asli sedangkan ibunya wong Londo. Dia sejak beberapa tahun lalu sudah bercita-cita membela Garuda. Sedangkan Cristian Gonzales atau El Loco (si gila) asal Uruguay yang sudah lebih dari 7 tahun malang -melintah di liga Indonesia. Bahkan dia sudah menikah dengan WNI dan mempunyai 3 orang anak, tidak hanya itu dia juga sudah menjadi Mualaf.
Perpaduan ke dua orang ini dengan pemain asli Indonesia inilah yang diracik secara apik oleh sang pelatih berwajah dingin Alfred Riedl asal Austria.
Kinerja TIMNAS sangat mencorong, di babak penyisihan menaklukkan Malaysia dengan skor telak 5-1, Laos dengan 6-0 dan Thailand 2-1 dan menundukkan Pilipina 1-0. Perlu dicatat bahwa timnas Pilipina sekarang diisi oleh 9 orang pemain naturalisasi yang bermain di liga Eropah dan Amerika.

Laga AFF 2010 belum usai, masih ada 3 pertandingan lagi yang harus diselesaikan sebelum Garuda terbang tinggi ke langit ketujuh. Kita berharap agar semua pemain dan pelatih melakukan yang terbaik di setiap pertandingan dan memenangkannya.

Kita yang menonton berdoa agar TIMNAS berhasil mempersembahkan piala AFF 2010 kepada ibu Pertiwi, amiin.

Informasi ini dipersembahkan oleh:

1 comment

Leave a comment

Your email address will not be published.