The Eagle and Me

Sudah dua kali di acara DSM pembicaranya mengutip tentang fakta nyata mengenai perjalanan hidup seekor elang alias eagle. Kali kedua Sabtu 30 April 2011 kemarin. Saya baru tahu bahwa umur harapan hidup seekor elang sama dengan manusia, sekitar 70 tahun. Yang menarik adalah pada usia 40 tahun elang melakukan perubahan hidup yang sangat dramatis dan menyakitkan. Pada usia 40 elang akan mematahkan paruh yang menjandi andalahnya untuk mencari nafkah. Dia mematuk-matukkannya ke karang hingga patah  seluruhnya. Kemudian dia menunggu paruh baru  tumbuh sempurna kembali. Belum berhenti sampai disitu. Setelah paruhnya tumbuh, dia mulai lagi dengan proses yang menyakitkan. Dia mencabuti seluruh bulu di badan dan sayapnya sehingga yang tinggal hanya kulitnya. Dia menderita kerena panas, dia mengigil kedinginan di kala hujan atau musim dingin tiba. Dia tidak bisa lagi terbang tinggi. Untuk bergerak dia hanya bisa meloncat laksana seekor tupai. Selama proses itu dia melepaskan \”marwahnya\” sebagai seekor  burung perkasa dan berkuasa. Dia menerima kenyataan bahwa dirinya barada dalam kondisi tak bertuah. Proses ini dilalui selama berbulan-bulan bahkan sampai satu tahun hingga  semuanya bulu barunya tumbuh dan kuat. Selepas proses yang sangat menyakitkan itu, elang memasuki babak baru, babak kedua dalam hidupnya. Dia kembali bisa terbang menempus cakrawala. Dengan penggantian itu elang mendapatkan \”asuransi\” untuk bisa hidup sehat dan kuat sampai usia maksimal 70 tahun. Tanpa melalui proses ini, kecil harapan sang elang akan mampu melanjutkan hidupnya yang penuh tantangan. Tidak ada satu elangpun yang tidak melalui proses seperti ini.
Setelah mendengarkan cerita ini, saya merefleksikan ke dalam diri saya. Kondisinya sama dengan pernjalanan hidup saya. Sekitar 2 tahun menjelang usia saya yang ke empat puluh saya membuat keputusan aneh menurut semua orang. Saya memutuskan untuk meninggalkan perusahaan yang saya besarkan dari nol. Saya  serahkan kepada rekan-rekan saya untuk meneruskannya. Saya mempunyai motto waktu itu \”Freedom at 40\”.  Saya sudah mempersiapkan segalanya. Perusahaan  yang sudah berjalan dengan baik. Bisnis lain yang sudah saya rintis sebelumnya serta investasi di restoran yang sudah pula berjalan baik. Saya fikir saya akan menikmati hidup dengan baik sesuai dengan motto hidup saya \”Freedom at 40\”. Saya juga terinspirasi dengan ungkapan dari Robert Kyosaki \”Retired Young Retired Rich\”. 
 Tapi apa yang terjadi?  Di luar perkiraan saya. Perusahaan yang sudah berjalan bagus itu dalam 6 bulan sepeninggal saya \”nyungsep\” dan kehabisan darah. Bisnis lain yang saya bangun tak kunjung mendatangkan fulus. Restoran kecil yang dijalankan saudara statusnya juga tak menentu. Alhasil saya memasuki babak baru kehidupan. Hidup dengan negative cash flow.  Tabungan terkuras dalam beberapa bulan. Gaji sebagai komisaris dan segala fasilitas berhenti. Komisi dan penghasilan dari bisnis lain semakin  mampet dan saudara pengelola restoran mulai  pula \”baulah\”. Akhirnya saya merasakan apa yang dirasakan sang elang. Paruh tumpul, sayap patah, bulu terkelupas dan cakarpun patah. Walau saya tak sampai mengalami seperti yang dialami oleh Robert T Kyosaki yang harus tinggal di dalam caravan selama bertahun-tahun sampai ia berhasil menjual buku pertamanya yang laku keras Rich Dad Poor Dad yang selanjutnya menjadi langkah awal untuk menjadi milyarder dan terkenal.

Sekarang Alhamdulillah setelah sekian tahun berlalu, rasanya kondisi saya sudah semakin membaik. Sudah mulai bisa terbang walau belum terlalu tinggi. Sudah mulai bisa mengepakkan sayap walau belum begitu kuat. Sudah mulai bisa mencengkram mangsa walau belum terlulu banyak. Yang membuat hati ini semakin optimis adalah karena sekarang saya mempunyai sesuatu yang  bisa mengnatar saya untuk bisa hidup lebih panjang seperti sang elang.

Saya punya contoh lain tentang orang yang pernah mengalami proses seperti elang ini. Waktu dia berusia 2 tahun ayahnya sudah menjadi seorang panglima. Pada saat dia berusia lima tahun ayahnya sudah menjadi orang nomor satu di negeri ini. Dia menikmati segala kemewahan, kemegahan serta kekuasaan karena keberhasilan sang ayah. Begitu menginjak dewasa dia muncul menjadi seorang pria  terkenal dan flamboyan. Dengan uang dan kekuasaan yang ada padanya jutaan wanita muda negeri ini ingin menjadi pilihannya. Semakin dewasa kekayaan dan kekuasaan semakin tak terbendung. Puncaknya dia muncul menjadi salah seorang konglomerat alias  pengusaha terbesar di negeri ini.
Kemudian menjelang usianya ke 40 terjadilah musibah besar dalam hidupnya. Sang ayah yang sudah berkuasa selama lebih dari 35 tahun tiba-tiba harus lengser. Bak efek domino, dengan lengsernya sang ayah bisnis dan reputasi sang anak ikut pula terpangkas. Puncaknya sang anak mengalami nasib terbalik. Sekarang dia menjadi bulan-bulanan orang. Dikejar-kejar penegak hukum. Menjadi tumpahan caci-maki orang banyak. Dia terlibak peristiwa kriminal yang menyeretnya kemeja hijau. Dia dinyatakan bersalah. Tapi dia berhasil kabur dari kejaran penegak hukum. Dia menjadi buronan. Setiap hari dia harus berpindah-pindah. Menyamar menjadi orang biasa. Sampai akhirnya dia tertangkap dan harus merasakan dinginnya kamar narapidana. Selanjutnya dia menjalani masa hukuman sampai akhirnya dia bebas. Saya yakin anda tahu siapa yang saya maksud. Sekarang dia sedang menjalani kehidupan keduanya dengan lebih baik.

Temans, bagaimana dengan anda? Kalau anda usianya di bahwa 25 tahun anda masih punya waktu yang cukup untuk menghadapi masa berat seperti elang ini. Paling tidak anda harus paham bahwa satu saat peristiwa itu akan terjadi pula pada diri anda. Jika anda saat ini sedang berada di usia gemilang di atas 30 puluh. Bersiaplah untuk \”masa elang\” anda. Kalau anda berusia di atas 40 puluh, mestinya anda sudah mengalami atau sedang menjalani \”masa elang anda\”, bersabarlah anda, anda tidak sendirian, seperti nyanyi fans team sepakbola Liverpool You are not alone. Kalau anda berusia di atas 50 puluh, selamat anda telah melewati \”masa elang\” anda. Kalaupun belum dialami, anda sudah siap bahwa akan mengalami juga.

Sekedar untuk memberikan beberapa tips, berikut ini saya ingin memberikan saran.
Kalau anda belum mengalami dan usia anda di bawah 40 tahun,bersiaplah dari sekerang. Kaji ulang kondisi anda saat ini. Apakah kondisi ini yang benar-beanar yang anda inginkan untuk hidup anda? Cobalah gunakan logika anda jauh ke depan, ke usia diatas 50 tahun nanti. Apakah karir dan bisnis yang anda tekuni saat ini bisa menjamin kehidupan anda nanti? Kalau anda ragu, beranikan diri untuk melakukan perubahan. If you do not change your direction, you will end up where you are heading. Kalau anda tidak berani merubah arah anda akan sampai dengan tujuan anda sekarang. Mumpung masih muda, beranilah berubah karena anda mempunyai kesempatan besar untuk memperbaiki masa depan anda.

Ikatkan diri anda pada tali Yang Maha Kuat Allah SWT. Anda benar-benar tidak akan sanggup menghadapi \”masa elang\” anda tanpa menggunakan Jasa Allah. Anda bisa gila jika hanya anda sendirian yang menghadapi tatangan seberat itu. Belajarlah dari sekarang untuk memanfaatkan segala fasilitas dan sarana penolong yang telah disediakan Allah khusus untuk anda. Datanglah ke setiap pengajian. Bacalah buku-buku agama. Bergaulah dengan orang-orang shaleh. Sampai anda benar-benar merasa dekat dengan Allah. Anda akan kagum dan takjub betapa kuatnya Allah menghentikan setiap tekanan. Menangkal setiap musibah yang sebenarnya sudah menjerat leher anda. Anda akan menangis dan terharu ketika dia mengabulkan semua do\’a-do\’a anda dengan sangat cepat dan nyata.

\”Masa Elang\” bukan untuk ditakuti, tapi untuk dihadapi dengan kekuatan dan kesabaran.
Semoga bermanfaat.

Leave a comment

Your email address will not be published.