Ramadhan 1431H

Syukur Alhamdulillah, Allah telah mengabulkan doa kita untuk diberi kesempatan untuk hidup di Ramadhan kali ini, bulan yang penuh Rahmat, Ampunan dan Kasih sayang Allah. Sungguh telah banyak orang yang mengharapkan akan hidup di bulan suci kali ini tapi Allah telah lebih dahulu memanggilnya. Salah satunya adalah ulama besar dan guru kita bersama ustad Zainuddin MZ. Beliau telah dipanggil kira-kira sebulan sebelum bulan suci tiba. Padahal semua kita berharap agar beliau mengisi ceramah di layar tv seperti tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu kita benar-benar bersyukur karena hingga di hari ketiga ini kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT.
Bagi kita yang seumur (diatas empat puluh tahun) Ramadhan kali ini tentulah yang ke sekian puluh kalinya. Kalau kita mulai puasa usia 6 tahun maka bagi saya ini adalah kali yang ke 41 kali! Sudah barang tentu tata-cara puasa sudah mantap dan tidak perlu diajari lagi. Yang penting bagi kita saat ini adalah bagaimana cara untuk meningkatkan kwalitas ibadah selama satu bulan penuh ini. Ibadah apalagi yang perlu kita lakukan dan kita tingkatkan. Amal-amalan apa lagi yang perlu kita perbanyak. Sudah barang tentu amalan kita masih kurang. Cobalah bandingkan dengan amalan yang dilakukan Rasulullah selama Ramadhan ini. Masih banyak yang belum kita lakukan. 

Kita jadikan Ramadhan kalli ini sebagai Ramadhan terakhir buat kita agar kita benar-benar memanfatkannya semaksimal mungkin. Tidak ada satu ibadahpun yang tertinggal. Semua amal sholeh dan kewajiban, mari kita tuntaskan semuanya di bulan ini. Demikian juga dengan kebiasaan yang selama ini tidak ada hubungannya dengan Ramadhan kita tinggalkan. Kita jauhi perbuatan yang sia-sia yang tidak ada nilai ibadahnya. Lebih baik tidur dari pada melakukan kegiatan yang tak ada gunanya seperti itu. Salah satu yang harus kita hentikan adalah kebiasan kita menonton acara televisi yang tidak bermanfaat. Banyak acara sinetron, lawak dan hiburan yang tidak memberikan pahala apa-apa bahkan hanya merusak ibadah kita saja. Lawak dan segala macamnya itu benar-benar perbuatan sia-sia. Ketawa berlebih-lebihan adalah salah satu yang merusak pahala puasa. Lalu beberapa orang beralasan bahwa mereka menonton acara lawak setelah berbuka atau pada saat sahur. Wahai saudaraku, tertawa tanpa juntrungannya itu adalah perbuatan sia-sia. Apalagi pada saat sahur, bukanlah Allah mengatakan waktu yang terbaik pada waktu sahur adalah memperbanyak doa? Lalu kita larut dalam kelucuan para pelawak yang dibayar mahal untuk merusak kesempurnaan ibadah kita.
Kita masih berada di awal Ramadhan, masih banyak waktu untuk kita memperbaiki diri. Marilah kita manfaatkan waktu yang tersisa ini dengan sebaik-baiknya. Semoga kita mendapatka seluruh bonus, grasi, serta pahala yang terbanyak di Ramadhan kali ini. Amin ya Robbal Alamin.

Leave a comment

Your email address will not be published.