Nothing is lost

Rasanya saya sudah pernah menulis tentang Nothing is lost di blog ini, mungkin sebagai judul tulisan atau mungkin sebagai salah satu subjudul, saya lupa. Tapi kali ini saya ingin menulis tentang itu sekali lagi. Hari ini saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena memang betul apa yang dijanjikan oleh Allah bahwa tidak ada amalan yang sia-sia, setiap amalan baik pasti diganti, bahkan dengan nilai yang lebih baik lagi.
Awal tahun 2009 lalu saya diajak oleh guru saya untuk mengembangkan peluang bisnis yang menurut saya waktu itu peluang seperti itu tidak akan ada hasilnya. Bisa tapi sangat sulit untuk direalisasikan. Tapi karena saya menghormati sang suhu, saya kerjakan juga peluang itu. Bahkan untuk mengerjakan pekerjaan itu kami harus rela pergi ke sebuah desa di pedalaman Anyer, Banten mengiikuti acara pertemuan dari salah satu organisasi yang menjadi calon rekanan kami. Waktu itu kondisi bisnis kami belum apa-apa, semua serba kekurangan. Ongkos untuk pergi ke Anyer itu sangat pas-pasan. Kami berangkat menggunakan mobil sedan Soluna tua (BT) yang kondisinya sangat mengkhawatirkan karena bisa-bisa mobil ini mogok dijalan. Kami sampai di lokasi sore menjelang magrib. Acaranya memang diadakan di malam hari, semua peserta menginap dilokasi setelah mengikuti sarasehan dari ketua-ketua organisasi. 
Sekitar jam 9 malam akhirnya kami diberi juga kesempatan untuk mengadakan  presentasi singkat mengenai jasa yang bisa kami berikan untuk kesuksesan para kader. Hampir semua mereka tertarik dengan ide yang kami tawarkan. Jam setengah sebelas malam kami baru bisa meninggalkan lokasi dan kembali menuju Jakarta menerobos kegelapan dan sepinya perkampungan di sekitar Anyer. Dengan mata mengantuk berat saya melintasi jalan tol anyer Jakarta sepanjang 140 km. Sering mobil melayang ke kiri dan ke kanan karena konsentrasi saya berkurang didera kantuk. Alhamdulliah jam 02.30 saya sampai juga di rumah. Apa hasilnya? Waktu itu tidak ada satupan dari mereka yang menggunakan jasa kami. Langsung saya berfikir ”sia-sialah semua uang, waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk mengerjkan proyek ini”. Tidak ada hasil sama sekali.
Awal Desember 2011 lalu atau tepatnya 3 tahun kemudian saya diberitahu oleh guru saya bahwa salah seorang sahabat yang kami temui  dulu itu memberikan rekomendasi kepada kami untuk menggarap sebuah proyek. Proyeknya sudah “matang”. Awalnya saya tidak begitu yakin, namun setelah kami bertemu beberapa kali, ternyata benar, proyek itu real dan Alhamdulillah kami mendapat surat penunjukkan untuk menjadi salah satu supplier. Luar biasa,  proyek itu menjadi proyek paling besar yang pernah kami kerjakan hingga saat ini.
Nothing is lost, ternyata benar. Tidak ada yang sia-sia, semua yang kita ikhtiarkan dengan tulus dan niat yang benar akan menghasilkan.  Jangahlah  berputus asa ketika belum mendapatkan hasil dari yang kita usahakan. Itu semua masalah waktu saja. Ada imbalan dari kerja kita yang langsung dibalas oleh Allah saat itu juga mendapatkan hasil seperti yang kita harapkan. Namun ada yang ditunda realisasinya oleh Allah. Tapi ketika waktunya sudah tiba, Allah langsung memberikannya dengan jumlah yang berlipat ganda. Seperti pengalaman saya ini, kalau dibandingkan dengan biaya  yang saya keluarkan hasil yang saya dapatkan dengan satu proyek ini tidak ada apa-apanya. Hasilnya ratusan ribu kali lipat. Ini baru proyek pertama, kami juga sudah disiapkan untuk menggarap beberapa proyek lain. 
Janganlah cepat-cepat bereaksi negative ketika anda tidak mendapatkan hasil seperti yang ada harapkan. Tetap tenang dan bersabar. Selalu mempunyai harapan positif atau istilah yang afdol adalah khusnuzon. Selalulah perprasangka baik atas segala sesuatu yang terjadi. Semuanya memberikan hikmah. Rasullulah bersabda “sungguh sangat menarik urusan orang beriman itu, kalau dia mendapat rahmat dia bersyukur namun ketika dia mendapat musibah mereka bersabar”.

Leave a comment

Your email address will not be published.