Rapat Kerja Nasional Asosiasi Ahli Pialang Asuransi/Reasuransi Indonesia (APARI) 2013

Setelah terpilih menjadi pengurus baru APARI periode 2012-2016 sejak beberapa bulan yang lalu, Alhamdulillah dari Jumat tanggal 14 sampai 15 Juni 2013 telah diadakan Rapat Kerja Nasional Ahli Asuransi/Reasuransi Indonesia (APARI) 2013 sekaligus pelantikan pengurus baru.

Rapat diadakan di hotel Bogor Indah Nirwana di kawasan Puncak Bogor yang dihadiri oleh hampir seluruh anggota. Dari 31 pengurus yang terpilih hanya 4 orang saja yang tidak bisa hadir karena ada tugas dan keperluan lain yang tidak bisa dihindarkan.

Sesuai rencana, rapat dimulai tepat jam setengah lima sore dengan prosesi pembukaan pertemuan resmi APARI oleh panitia yang berlangsung dengan khidmat. Selanjutnya secara resmi dilakukan pelantikan pengurus APARI periode 2012-2016.  Ketua APARI 2012-2016 terpilih  Wunwun Mauludi menyampaikan kata sambutanya. Wunwun menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi dan dukungan dari peserta rapat. Ketua mengharapkan agar semua anggota pengurus terpilih agar dapat memberikan kontribusi maksimal untuk memberikan manfaat yang lebih banyak lagi kepada anggota, kepada industri asuransi dan kepada masyarakat secara umum.

Hampir sebagian besar dari pengurus yang terpilih untuk periode 2012-2016 adalah muka-muka lama yang sudah berpengalaman di dalam menjalankan tugas-tugasnya. Oleh karena itu diharapkan untuk periode ini mereka dapat melanjutkan dan meningkatkan kwalitas kerja yang sudah baik selama ini. Untuk hal-hal yang masih dirasa kurang  agar dapat ditingkatkan. Diantara pengurus yang diangkat ada juga muka-muka baru yang sebagian besar adalah angkatan muda. Diharapkan dengan kehadiran \”anak muda\” ini dapat membuat suasana organisasi semakin bergairah dan bersemangat. 
Rapat selanjutnya diisi oleh laporan dan rencana kerja dari masin-masing departemen. Dimulai dari Departemen Badan Sertifikasi Akreditasi Keahlian Profesi (BASKP)  yang disampaikan oleh ketuanya Miko S Putro. Secara singkat disampaikan  bahwa salah satu tugas penting dari BSAKP adalah Program Pendidikan Berkelanjutan (P2B). Diakui bahwa program ini belum berjalan secara optimal di tahun-tahun sebelumnya padahal B2B sangat penting untuk mempertahankan tingkat keprofesionalan anggota. Untuk itu mulai tahun ini BASKP bekerjasama dengan departemen lain terutama dengan Departemen Keanggotaan, BP3 dan depertemen terkait lainnya akan meningkatan perhatian pada setiap anggota di dalam memenuhi kewajibannya untuk mengumpulkan poin sesuai dengan ketentuan. Sesuai rencana pada bulan Juni ini juga BSAKP akan mulai mengirimkan laporan dan peringatan kepada seluruh anggota mengenai \”status\” poin mereka.

Pada sesi berikutnya giliran departemen Badan  Pendidikan dan Pengembangan Profesi (BP3) yang menyampaikan laporannya. Laporan disampaikan oleh ketua BP3 Ismet Uprani. Ismet menyampaikan program-program pendidikan dan latihan yang akan dilaksanakan dalam tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Selain mengenai program dijelaskan juga mengenai anggaran yang diperlukan untuk pelaksanaan pendidikan dan besarnya perkiraan pendapatan. Beberapa masukan dari peserta kepada departemen BSAKP agar kwalitas materi yang diajarkan dan kwalitas pengajar agar lebih ditingkatkan. 
Giliran berikutnya adalah paparan dari departemen Departemen Organisasi dan Sosial (DOS) yang disampaikan oleh ketuanya Agus Murdono. Disampaikan bahwa untuk tahun ini dan selanjutnya DOS akan terus meningkatkan peranannya di dalam meningkatkan kwalitas organisasi. Salah satu wujud nyata dari karya DOS adalah dengan telah terlaksananya program workshop setiap bulan yang sudah dimulai sejak bulan Maret 2013. Sudah tiga kali workshop yang diadakan dan terselenggara dengan baik. Jumlah peserta terus meningkat. Ada beberapa masukan dari peserta mengenai perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan untuk penyelenggaran workshop berikutnya. Antara lain agar di setiap workshop selalu ada wakil dari departemen BSAKP untuk menyampaikan dan mengingatkan peserta pemegang gelar CIIB dan APAI mengenai status poin mereka. Ajang wokshop ini juga bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan kegiatan-kegiatan APARI yang lain.

M. Dede Kurniadi selaku ketua departemen Keanggotaan menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah total anggota APARI yang terdiri dari para pemegang gelar CIIB dan APAI berjumlah lebih-kurang dari 350 orang. Mereka tersebar di berbagai industri, sebagian besar aktif bekerja di perusahaan broker asuransi, sebagian di perusahaan asuransi dan sebagian lagi di perusahaan industri lain. Departemen organisasi sedang berusaha agar data seluruh anggota dapat dikelola dengan baik, salah satunya dengan menggunakan mesin absensi dengan sistim finger print. Alat ini sudah dimulai dipakai sejak beberapa waktu lalu termasuk untuk mencatat absensi para peserta workshop dan rapat. Untuk kebutuhan organisasi, alat ini masih perlu dimodifikasi lagi sehingga benar-benar dapat memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan.

Departmen Hubungan Luar Negeri, Hubungan Masyarat dan Information Technology (IT) yang disampaikan oleh ketuanya Ricky S Natapraja, memberikan semangat baru bagi APARI. Ide-ide dan pemikiran dari departemen yang terdiri anak-anak muda ini mampu membangkitkan semangat peserta rapat. Ada beberapa ide dan terobosan yang sudah dirancang untuk meningkatkan fungsi kehumasan. Humas mempunyai tugas yang sangat penting di dalam mengkomunikasikan setiap program dari APARI. Baik untuk sesama anggota, kepada sesama pelaku industri asuransi, otoritas/pemerintah, masyarakat dan masyarakat internasional.
Salah satu senjata yang akan dimanfaatkan adalah website. Sarana ini bisa memberikan kemudahan bagi setiap anggota untuk mengetahui segala kegiatan. Dari sini pula pihak-pihak di luar organisasi dapat mengetahui dan mengikuti perkembangan yang terjadi. Oleh karena itu diperlukan tenaga satu orang yang khusus menangani website. Selain itu dilaporkan pula hingga saat ini departemen ini sudah memulai inisiatif untuk menjalin kerjasama dengan asosiasi broker di negara tetangga seperti dengan Singapura, Malaysia, Thailand, Pilipina dan Australia. Selanjutnya sedang diusahakan pula untuk menjalin kerjasama dengan negara-negara lain.

Laporan selanjutnya disampaikan oleh Bambang Suseno selaku Sekretaris Jendral (SEKJEN) APARI. Bambang menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian khusus  saat ini adalah perlunya APARI mempunyai gedung sendiri. Dengan adanya gedung ini organisasi akan lebih leluasa di dalam melakukan aktifitas yang semakin meningkat.
Selain untuk sebagai kantor, gedung baru ini juga sekaligus menjadi ruang traning dan seminar sehingga dapat menekan biaya operasional. Pengadaan gedung ini menjadi prioritas dan diharapkan bisa terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.
Selain itu sedang dilakukan pembenahan di bagian kesektratian, termasuk perbaikan protokoler, administrasi dan kesejahteraan personil sektretariat.

Ahmad Syaifudin, yang mewakili BPC APARI Jawa Timur menyampaikan beberapa perkembangan organisasi di wilayah Jawa Timur saat ini. Jumlah anggota di Jatim saat ini sebanyak 22 orang sebagian besar bekarja di broker tapi sebagian lagi bekerja sebagai agen asuransi. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh BPC Jatim saat ini adalah pembentukan pengurus baru karena masa bakti pengurus lama secara de jure sudah berakhir akan tetapi karena belum ada pengangkatan pengurus baru sehingga organisasi dijalankan seperti semula. Pengurus lama sebagian besar juga sudah tidak berdomisili di wilayah Jatim lagi sehingga diperlukan figur baru. Wunwun Mauludi selaku ketua rapat sangat menghargai perjuangan rekan-rekan APARI Jatim yang terus bersemangat untuk mengembangkan organisasi di wilayahnya. Selanjutkan akan dilakukan koordinasi dengan departemen lain untuk penyelenggarakan program pendidikan dan kegiatan lainnya.

Laporan terakhir disampaikan oleh departemen Bendahara yang dibawakan oleh Ita Gayatri selaku ketuanya. Disampaikan bahwa posisi keuangan organisasi saat ini cukup baik, namun dengan adanya rencana untuk pengembangan organisasi temasuk untuk memiliki gedung sendiri, diharapkan agar pemasukan dari seluruh kegiatan organisasi bisa lebih ditingkatkan. Selain itu penerimaan iuran anggata agar bisa dioptimalkan. Anggaran pengeluaran juga akan semakin meningkat dengan adanya penambahan karyawan, kegiatan baru. Untuk pengelolaan dana yang lebih baik departemen bendahara akan mulai menggunakan sistem akuntansi yang baik yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang ada. Hal ini penting untuk membuat laporan yang seusai dengan standard yang berlaku.
Sukses untuk APARI. Maju terus… terus maju…

Leave a comment

Your email address will not be published.