Mushola Al Istiqomah Karya Indah Village II Jurang Mangu Timur, Pondok Aren Tangsel

Hari Ahad tanggal 29 September 2013 lalu menjadi hari bersejarah bagi mushola Al Istiqomah Karya Indah Village II, Jurangmangu Timur, Pondak Aren, Tangsel. Pada hari ini di mushola  diadakan Walimatul Syafar untuk melepas keberangkatan ketua mushola (incumbent) Tony Aprilianto berserta isteri untuk menunaikan ibadah haji. Hadir hampir seluruh mantan ketua dan pengurus dari yang pertama sampai yang terakhir. Hampir sebagian besar dari mereka sudah tidak tinggal lagi di komplek KIV2. Diantara mantan ketua dan pengurus yang hadir adalah H Rinaldi Zein, H Jamaluddin, H Luki Aprianto, H Taufik Arifn dan H Abed Abdurahman sementara yang tidak hadir adalah H Adnan Iskandar dan H Najihun Nafs.

Andre Tolani, Lucky Aprilianto, Rinaldi Zein, Abed Abdurahman, Wawan Susiawan,Tony Aprilianto, Jamamuluddin,  Taufik Arifin

Tahun ini Musholla Al Isiqomah Karya Indah Village II Jurangmangu Timur Pondok Aren, Tangerang Selatan memasuki usianya yang ke 20. Rasanya masih belum lama kami sibuk untuk membangun mushola ini.
Meski terletak di dalam komplek perumahan Karya Indah Village II (KIV2), tapi mushola ini murni 100% hasil swadaya masyarakat. Pihak developer tidak menyediakan mushola sebagai fasilitas umum. Entah apa alasannya, padahal sebagian besar warga komplek ini adalah umat muslim. Komplek ini terdiri dari dua ratusan  rumah  dengan luas tanah berkisar antara 50 m2 sampai dengan 250 m2. Developer justru membangun kolam renang, sarana olah raga ruang pertemuan umum warga.  Komplek ini mulai di bangun akhir tahun 90 dan mulai ditempati pada tahun 91. Saya termasuk warga pemukim tahap awal, saya masuk September 91. Awalnya saya tinggal di Blok E No. 7, pada tahun 2002 saya pindah ke Blok B No. 2. Saat ini komplek ini terisi penuh. Harga rumah juga sekarang meningkat berkali-kali lipat. Harga rumah yang saya tempati sekarang ini mungkin harganya minimal 15 kali dari harga pertamanya. Peningkatan harga ini mungkin disebabkan oleh karena lokasi KIV 2 yang bersebelahan dengan kawasan Bintaro Jaya yang sekarang menjelma menjadi kawasan mewah dimana harga rumah setiap tahun meningkat drastis sejalan dengan pengembangan kawasan ini yang begitu pesat. Tahun ini akan berdiri mall terbesar di selatan Jakarta, yaitu Bintaro Exchange. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pembangunan kawasan perkantoran gedung percangkar langit dan kampus Universitas Bintaro Jaya.

Karena ketiadaan fasilitas mushola, awalnya jemaah muslim mengadakan pengajian dari rumah ke rumah. Tapi karena warga  jumlahnya semakin bertambah, timbullah keinginan dari jemaah untuk memiliki moshola. Beberapa orang jemaah berinisiatif untuk menemui developer untuk meminta agar dibuatkan mushola. Permintaan jemaah ini tidak bisa dipenuhi oleh developer dengan alasan karena memang dari semula tidak menganggarkan fasilitas ini. Akhirnya jemaah bersepakat untuk membangun sendiri dengan mencari lahan di sekitar komplek. Ide ini semakin menguat setelah diadakan club sepeda santai yang sekali seminggu mengadakan tour dengan tujun ke kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) yang terkenal dengan JPG (jalur pipa gas). Ide ini pun tidak mendapat dukungan dari developer dengan berbagai alasan. Akhirnya jemaah berhasil mendapatkan tanah di bagian depan terletak di ujung kiri dari blok A dan B. Dengan sedikit memaksa akhirnya developer setuju untuk merobohkan dinding tembok pembatas. Tantangan bukan hanya datang dari developer tapi juga dari warga non muslim terutama yang berdekatan dengan rencana bangunan mushola. Beberapa warga muslim  juga ikut-ikutan menunjukkan keberatannya.

Panitia pembangunan mushola KIV2 ini dikomandani oleh  Rinaldi Zein. Anggota teamnya antara lain adalah Toni Aprilianto, Bambang, Jamaluddin, Averyal Ismail,  Alamsyah, Heru, Adnan Iskandar, Irwan P, Mahmil, dan banyak lagi warga yang saya sudah lupa namanya. Saya sendiri ikut-ikutan membantu para pejuang ini.
Luas tanah untuk pembangunan mushola sekitar 100 meter persegi, dibeli dari warga tetangga komplek. Dananya hasil iuaran warga dan sumbangan dari muslimin yang lain. Pada saat peletakkan batu pertama pembangunannya hadir para donatur, ulama dari mesjid dan mushola tetangga. Alhamdulillah berkat dukungan materil dan moril dari seluruh warga dan umat  akhirnya sekitar 6 bulan kemudian selesailah mushola mungil itu. Atapnya dibuat agak tinggi agar bisa dibuatkan lantai kedua yang luasnya setengah dari lantai bawah. Hal ini untuk mengantisipasi peningkatan jumlah jemaah. Kapasitas mushola bisa menampung kira-kira 150 jemaah. Dua shaf laki-laki dan dua shaf perempuan. Struktur atap terdiri dari baja hasil sumbangan dari warga dari luar.

Jemaah bersepakat untuk menamakan mushola ini dengan \”Al Istiqomah\”yang berarti gigih, kukuh, persisten di dalam memperjuangkan agama Allah. Betul, jika kalau bukan berkat perjuangan yang gigih dari para pendiri belum tentu mushola ini akan berdiri. Begitu banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mewujudkannya bahkan hingga mushola ini berdiri dan beroperasipun tantangan masih tetap saja menghadang.
Sebagai pengurus pertama ditunjuklah Adnan Iskandar sebagai ketua dan dibantu oleh pengurus yang lain. Sementara Rinaldi Zein meneruskan perjuangannya untuk merangkul kaum muslimin KIV2 untuk memakmurkan mushola. Alhamdulillah perjuangan pengurus berhasil. Puncaknya pada Ramadhan pertama jumlah jemaah membludak sehingga tidak bisa tertampung di dalam mushola. Akhirnya panitia terpaksa memasang tenda.
Saya kebagian tugas sebagai seksi dakwah. Tugas utama saya selama Ramadhan adalah mengatur jadwal penceramah sekaligus bertugas menjemput dan mengantar mereka pulang. Ini tantangan berat, karena mereka tinggal cukup jauh dari rumah. Ada yang tinggal di Cipinang Jakarta Timur, di Tangerang, Pamulang dan lain-lain. Rata-rata mereka harus dijemput.
Ustad Andre Taulani
Pengurus juga melakukan kegiatan sosial dengan menyalurkan bantuan dan sumbangan kepada warga muslimin sekitar. Membina muslimin di lokasi lapak-lapak pemulung. 
Karena peningkatan jumlah jemaah yang sangat pesat beberapa tahun kemudian mushola Al Istiqomah diperluas dengan membeli tanah di sebelah timur atau di sebelah belakang mushola. Luasnya hampir sama dengan luas tanah sebelumnya. Untuk mensukseskan pembelian tanah, panitia membuatnya dalam bentuk kavling. Setiap jamaah yang ingin menyumbang dia mendapatkan beberapa kavling. Perluasan pembangunan ini pada saat kepemimpinan Jamaluddin. Perluasan ini berjalan sukses. Disamping perluasan, mushola juga direnovasi dengan menambah fasilitas wudhu, kamar mandi ruang untuk Taman Pendidikan Al Quran.
H. Rinaldi Zein
Mushola Il Istiqomah telah menjadi tempat ibadah yang sudah memberikan manfaat yang begitu banyak kepada jemaah. Dengan program pengajian yang diselanggarakan secara rutin telah mampu meningkatan dan memperbaiki keimanan jamaah. Dengan ilmu yang secara rutin diajarkan oleh para guru dan ulama telah membuka hati jemaah untuk senantiasa menjaga diri dalam keimanan kepada agama Islam. Diantara guru-guru yang telah berjasa adalah Almarhum Ustad Abu Luay, ustad muda lulusan Madinah ahli tafsir dan figih. Sayang almarhum tidak berumur panjang, beliau meninggal di usia yang masih sangat mudah sekitar usia 32 tahun. Ada ustad Asep Puadi, guru yang hampir setiap minggu datang dan tidak bosan-bosannya mengajarkan ilmu agama khususnya tentang ilmu fiqh. Selain itu ada kegiatan Majlis Taklim ibu-ibu yang secara rutian setiap hari Sabtu mengadakan pengajian dengan guru dan narasumber yang berkwalitas. 
Demikian pula dengan program Taman Pendidikan Alquran (TPA), hampir setiap anak kecil muslim KIV2 usia 5-10 tahun pernah menikmati pendidikan di mushola ini.
H. Jamaludiin
Diusianya yang ke 20 ini, mushola Istiqomah, tetap gigih dan kukuh di dalam melayani jemaahnya. Hampir setiap waktu sholat jemaah datang menunaika sholat wajib di sini. Jemaah paling ramai adalah pada sholat Magrib, Insya dan Syubuh. Sementara waktu Zuhur dan Ashar agak sedikit karena jemaah sebagian besar berada di luar komplek untuk bekerja.
Khotib Sholat Idul Adha 1434 H
Semoga Mushola Al Istiqomah tetap berdiri dan menjadi tempat beribadah yang tenang dan khusuk bagi seluruh jemaah.

Jemaah sholat Idul Adha 1434 H

lngrisk.co.id

2 comments

  1. wahhh pak haji musolah nya namba keren niee dan semuah konsep nya dirubah dari segi arsistektur nya dan dari segi pengelolahan nya keren dehhhh…. salam marmut musholla by agung

Leave a comment

Your email address will not be published.