LNG Flying High 2015 – Malaysia


Tentang Penulis:

 

Saya bersyukur karena akhirnya saya berhasil mewujudkan cita-cita saya sejak 20 tahun lalu yaitu membawa rombongan karyawan sendiri ke luar negeri.

Antara tanggal 27 Februari 2015 sampai dengan 4 Maret 2015 lalu saya berada di Malaysia bersama-sama dengan sebagian besar karyawan perusahaan kami L&G. Mereka adalah karyawan kami yang telah menunjukkan prestasi dan loyalitas. Mereka mulai bergabung dengan kami sejak tahun 2012 lalu. Perjalanan ini merupakan perhargaan atas presetasi mereka yang luar biasa pada tahun 2012 dimana kami berhasil mendapatkan brokerage dalam jumlah besar. Dengan keberhasilan tersebut kami berhasil mewujudkan cita-cita kami menaikkan status kami dari agent menjadi berusahaan broker.
Kami baru bisa mewujudkan hadiah jalan-jalan ini dua tahun kemudian karena sebagian dana hasil usaha tahun 2012 kami gunakan untuk pengurusan izin broker dan pindah kantor. Sebagian besar karyawan kami tidak menyangka bahwa hadiah ini akan kami wujudkan juga.
Kecuali saya dan Iil (General Manager), belum ada yang pernah pergi ke luar negeri. Ini adalah pengalaman pertama mereka. Mereka tidak percaya ketika saya umumkan bahwa semua angkatan 2012 akan berangkat ke Malaysia. Saya tampilkan foto angkatan 2012 pada saat mereka mengikuti Kick Off Meeting awal Januari 2012. Semua karyawan yang ada di dalam foto yang masih ada mereka berhak berangkat. Ada tiga orang yang sudah keluar. Padahal kalau mereka mau bertahan mereka juga berhak.

Sungguh sangat membahagiakan melihat mereka bersemangat dengan \”percaya dan tidak percaya\” mempersiapkan diri. Hampir semua mereka tidak pernah membayangkan bahwa mereka akan pergi ke luar negeri. 
Jumat subuh jam 5.30 tanggal 27 Februari 2015 kami sudah berkumpul di halaman kantor kami di Victorian Bintaro. Sudah ada dua kendaraan yang akan mengantar kami pergi ke Terminal Tiga Bandara Sukarno Hatta di Cengkareng sekitar 15 km. Dalam rombongan ini saya mengajak ayah saya yang sudah berusia 83 tahun. Kami juga mengajak my nice the cute girl Sayabil usia 5 tahun dan juga Endang saudara kami. Total ada 12 orang.

Menjalang jam 6 kami sudah masuk di ruang keberangkatan Terminal 3. Untuk sebagian peserta ini juga pengalaman pertama terbang naik pesawat. Kami menumpang pesawat Air Asia. Karena check ini pesawat sudah dilakukan secara online kami tinggal memasukkan bagasi saja. Selepas itu kami langsung sholat subuh.
Pada saat menunggu check ini ke pesawat kami sempat mengadakan briefing tentang proses imigrasi di Cengkareng maupun di Kuala Lumpur. Tampak terlihat kegundahan terlihat di wajah sebagian rekan-rekan kami karena mereka belum pernah mengalami ini sebelumnya.

Jam 8.30 kami memasuki ruang keberangkatan setelah melalui pemeriksaan imigrasi. Semua berjalan lancar kecuali Hendra yang mengalami sedikit halangan karena namananya hanya tertulis satu kata saja. Jam 8.45 kami sudah sudah duduk di dalam pesawat. Terlihat wajah-wajah kikuk dan cemas dari teman-teman kami. Akhirnya pesawat kami pun mengudara menjelang pukul 9.

Menjelang pukul dua belas siang waktu Kuala Lumpur kami sudah mendarat di teminal KLIA 2 bandara baru yang belum satu tahun digunakan. \”Selamat datang di Malaysia\” kata saya untuk menghilangkan kecanggungan teman-teman dengan suasana baru. Tampak sekali mereka kagum dengan kecanggihan bandara ini.

Kami melewati imigrasi Malaysia, semua berjalan lancar. Setelah mengambil bagasi kami ke luar dan disana sudah menunggu Encik Patrick local guide yang sudah kami kontak dari Jakarta. Sudah disediakan dua mobil yang mengakut kami. Satu mobil khusus mengangkut bagasi dan satu lagi khusus untuk mengantar kami \”pusing-pusing\” selama tiga hari. Patrick sangat ramah dan sangat \”helpful\”. Meski sudah tidak muda lagi tapi dia sangat cekatan memandu dan menjelaskan secara lengkap.
Program pertama kami adalah makan siang di sebuah restoran di terminal KLIA 1. Selepas itu kami bertolak meninggalkan kawasan bandara menuju kota bandar Kuala Lumpur sejauh 75 km. Satu jam kemudian kami sudah sampai di Istana Raja. Setelah melihat-lihat bangunan dan isinya kami berangkat menuju Mesjid Negara untuk melaksanakan sholat. Dari sini kami diajak ke Merdeka Square tak berapa jauh dari mesjid. Tempat bersejerah dimana sebelumnya merupakan pusat pemerintahan dan bisnis Kuala Lumpur. Suasana sangat cerah, mentari sore bersinar cukup terik tapi tak mengurangi semangat kami untuk berfoto dan berselfie ria.

Sekitar jam lima sore kami sudah berada di Menara Kuala Lumpur atau KL Tower. Menara setinggi 400 meter lebih. Begitu sampai di puncak tampak tampak jelas betapa hebatnya kota Kuala Lumpur. Banyak bangunan tinggi termasuk menara Petronas. Jalan-jalan yang tertata dengan rapi menghubungkan setiap kawasan di dalam kota. Sungguh pemandangan yang berbeda dengan Jakarta. Wah, kalau melihat ini \”nyesek\” juga rasanya. \”Kapan Jakarta bisa kayak gini?\” guman kami.
Sekitar jam 6 kami sudah kembali berada di dalam kendaraan untuk menuju hotel kami di jalan Alor tidak berapa jauh dari KL Tower. Hotel Nova hotel bintang tiga yang berada di kawasan Bukit Bintang tempat berbelanja paling ramai di Kuala Lumpur. Ada begitu banyak restoran dari kaki-lima sampai restoran terkenal.

Jam 8 malam kami sudah siap untuk pergi ke mall Pavilion masih kawasan Bukit Bintang juga untuk menikmati makan malam. Sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh, akan tetapi karena takut nyasar kami kembali diantar naik kendaraan. Tapi pulangnya kami berjalan kaki karena Patrick dan kendaraan sudah harus pulang. 
Nah pada saat berjalang pulang ini kami sempat nyasar, tapi akhirnya kami bisa kembali ke kamar hotel setelah bertanya sana-sini. Maklumlah saat ini kondisi di kawasan Bukit Bintang agat semerawut karena sedang ada pekerjaan subway dari proyek MRT Kuala Lumur yang membelah kawasan itu. 

Hari kedua sekitar jam 9.30 selesai sarapan kami sudah siap memulai penjelajahan.Udara pagi di KL sangat cerah. Mentari bersinar terang, langit biru dengan awas tipis menggelantung. Saat yang sangat tepat untuk memotret. Tujuan kami adalah Menara kembar Petronas yang sangat terkenal itu. Dari jalan Alor menuju ke kawasan Bukit Nanas dan sampailah kami di tempat yang sangat strategis untuk memotret menara kembanggan bangsa Malaysia itu.

Selepas mengambil gambar di lokasi ini kami lansung menuju ke halaman gedung Petronas. Di situ terlihat keceriaan yang tiada tara terpancar dari setiap wajah rekan-rekan kami yang baru pertama datang. Mereka sekarang berada persis di bawah gedung yang telah menjadi buah-bibir, gambar-gambarnya sudah ribuan kali mereka lihat. Semua sibuk mengambil gambar dari berbagai sudut. Sayang posisi kami ada di sebelah barat sehingga agak sedikit melawan cahaya matahari sehingga kwalitas gambar tidak begitu bagus. Tapi semua itu tidak mengurang semangat rekan-rekan untuk berselfie ria.Kami juga masuk ke dalam gedung sambil membeli perbekaran air minum dan makanan kecil. Jam sebelas siang kami meninggalkan kawasan Petronas menuju ke tempat wisata lainnya Batu Cave berjarak sekitar 20 km. Batu Cave gua batu tempat ibadah umat Hindu di Malaysia. Terdapat banyak tempat pemujaan dan patung. Ada patung besar setinggi 40 meter yang baru berdiri sejak 10 tahun lalu. Cahaya matahari terasa begitu terik siang itu. Banyak diantara kami yang tidak tahan berlama-lama di tempat ini. Ada dua orang karyawan yang sempat naik ke atas gua.

Menjelang jam satu siang kami sudah meninggalkan Batu Cave menuju ke arah timur untuk menikmati makan siang di sebuah restoran khas Melayu. Rasa makanan yang sedikit agak berbeda dengan rasa Indonesia. Tapi lumayan enak.

Kami tak berlama-lama, selepas makan kami langsung melanjutkan perjalanan menuju kawasan Genting, tempat wisata dan hiburan yang sangat terkenal di dunia. Sebuah kawasan di puncak gunung dan jauh dari pemukiman penduduk. Terletak sekitar 2,000 m diatas permukaan laut. Konon tempat ini diberikan oleh kerajaan khusus untuk tempat judi karena di Malaysia judi di tempat umum dilarang. Sekarang jalan menuju puncak Genting sangat bagus, jalan tol nemumbus lembah, tebing, tanjakan di perbukitan. Kalau melihat ini saya kagum betapa besarnya investasi yang dibenamkan untuk membuat sarana ini. Jalan ini dibangun oleh swasta pengelola Genting Resort. Sekitar jam 2 siang kami sudah sampai di tempat naik gondola menuju ke puncak Genting yang berjarak sekitar 3 km. Gondola melewati lereng gunung berada sekitar 100 meter di atas tanah. Sebenarnya mobil bisa mencapai ke puncak tapi karena paket tour kami termasuk pengalaman menaiki Gondala ini. Perlu waktu sekitar 15 menit untuk sampai di puncak. Udara di puncak Genting terasa sangat sejuk. Ada beberapa bangunan besar yang tinggi disana. Saya kagum bagaimana mereka mengangkut material ratusan bahkan ribuan ton ke atas puncak bukit itu. Bekerja di kemiringan dan tanah berbatu. Luar biasa. Inilah bukti dari kata-kata bijak \”jika anda punya impian besar, tidak ada yang tidak mungkin\”. You can move the mountain.

Ada hotel dengan total jumlah kami sekitar 6,000 kamar! hotel dengan jumlah kamar terbesar di dunia. Dengan segala fasilitas hiburan untuk anak-anak dan dewasa dengan berbagai macam wanaha. Hanya saja pada saat kami tiba, sedang dilakukan perbaikan di salah satu wahana yang selama ini menjadi andalan. Diharapkan tahun depan wahana ini akan selesai. Sebagian besar turis yang datang ke Genting berasal dari Singapura.

Menjelang magrib kami sudah kembali ke tengah-tengah kota Kuala Lumpur menyaksikan kesibukan warga KL pulang kerja menuju rumah masing-masing. Macet tak beda dengan di Jakarta akan tetapi macetnya \”sopan\”. Tidak banyak sepeda motor yang nyosor dari kiri-kanan. Semua antri secara teratur hingga macetnya terurai dengan sendirinya.

Makan malam kami kali ini di Restoran India di kawasan Bukit Bintang. Tempatnya bagus dan mewah, tapi menu yang dihidangkan tidak cocok dengan selera kami. Alhasil kami makan hanya sekedar untuk mengisi perut saja. That\’s okay yang penting sudah menyicicipi.

Kami dihantarkan ke hotel sekitar jam 9 malam. Sebagian besar dari kami langsung mandi dan tidur. Menunggu kegiatan besok harinya, hari terakhir.

Sesuai jadwal,bas kami akan tiba sekitar jam 10 pagi, akan tetapi sang pengemudi tidak bisa datang karena dia harus menjemput rombongan lain. Untuk mengisi waktu kami diajak naik monorail dari kawasan Bukit Bintang menuju ke Petaling Street untuk membeli oleh-oleh.Jam 12 siang kami sudah kembali ke hotel untuk besiap-siap check out. Untuk makan siang kami menuju ke restoran Sakura di kawasan Bukit Bintang. Restoran bagus dengan menu-menu Asia dan Eropa. Selepas makan kami langsung menuju ke kawasan Putra Jaya tak jauh dari bandara KLIA2. Jam 4 kami sudah berada di kawasan Cyber Jaya Putra Jaya tempat kantor pemerintah dan pusat kerajaan Malaysia yang baru.

Jam lima sore kami sudah berada di KLIA2 untuk bersiap-siap terbang kembali ke Jakarta. Karena check ini tempat duduk sudah diatur sekarang tinggal memasukkan barang ke bagasi saja. Jam 6 semua rombongan sudah selesai proses imigrasi. Saya dan Iil akan masih tinggal di Malaysia sampai hari Rabu 4 Maret 2015 karena akan mengikuti 3rd Asia Broker Conference..

Perjalanan pertama ini sangat berkesan. Bagi kami sebagai pimpinan dan juga bagi karyawan. Sejarah baru L&G sudah dibuat. Perjalanan berikutnya akan lebih mudah. Insya Allah.

lngrisk.co.id

1 comment

  1. Salam….Jom gi bandung!! Habiskan masa terbaik tuan/puan disini Kami bisa hantarkan untuk berpusing pusing dengan harga jimat dan service bintang 5 tuan/puan bisa bersenang senang menikmati cantik nya kota bandung. Sila hubungi IRDI TOUR BANDUNG berkenaan promosi percutian di Bandung,atau melayariBlog : htt:keretamurahpelancongan.blogspot.comContact Person : +6281322167717Whatsapp : +6281214741600 / +6281220477335Email : irditour.bandung@yahoo.comDijamin Irdi bagi harga sangat murah dan berpatutan serta layanan yang sangat baik Facebook Irdi tour Bandung amat mengalu-alukan kedatangan Tuan / Puan.Waalaikumussalam

Leave a comment

Your email address will not be published.