6 Jam di Istambul, Turkey

Syukur Alhamdulillah saya kembali berhasil mencoret salah satu dari 100 daftar impian saya yaitu \”berkunjung ke Turki\”. Saya lupa ini impian  nomor yang keberapa, tapi sudah ada di dalam dream book saya sejak 20 tahun lalu. Ini mengkonfirmasikan bahwa setiap apa yang anda tulis dan visualisasikan di dalam dream book itu akan terjadi\”. Tinggal masalah waktu, cepat atau lambat. Jadi, bagi anda yang sudah mempunyai dream book, bersiaplah. Yang belum tunggu apa lagi, segera buat dream book anda. Otherwise it would never happens. 

Pada tanggal 19 Februari 2016 lalu untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota Istambul yang dulu bernama Konstantinopel ibu kota emporium Romawi Timur. Ditaklukkan oleh Muhammad Al Fatih salah seorang ksatria perkasa dari kerajaan Turki  Usmaniah.

———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————
Perjalanan saya kali ini adalah atas sponsor dari rekan bisnis kami PT Asuransi Sinar Mas (ASM) karena prestasi kerja kami selama tahun 2015 lalu. Seperti tahun lalu, tahun ini kami berhasil memberangkatkan dua orang yaitu saya dan adik saya yang juga General Manager Sales and Marketing IiI. Kalau tahun lalu kami hanya berhasil mendapatkan dua tiket ke Australia, tahun ini kami dapat tiket yang lebih hebat lagi yaitu ke Eropah. Alhamdulillah. 

Keberadaan kami di Istambul hanya sebagai tempat persinggahan (transit). Tujuan utama kami adalah  Norwegia dan Finlandia. Tapi karena tidak ada pesawat langsung dari Jakarta ke Oslo maka kami mengambil paket penerbangan melalui Istambul menggunakan penerbangan Turkish Airline. Sebelumnya pernah ada rencana menggunakan pesawat KLM dengan Asterdam sebagai tempat transit. 
Kami berangkat dari bandara Cengkareng sekitar jam 21.00 Jumat malam menaiki pesawat Turkish Airline  flight THY 57 dengan  Air Bus 330 200 yang terisi penuh. Penumpang kebanyakan asal dari beberapa negara di Eropah, warga Turki, juga banyak WNI yang ingin kembali ke Eropah atau yang berwisata seperti kami. Rombongan kami ada 31 orang terdiri 28 orang agen/broker, 3 orang dari team ASM dan satu orang tour leader. Yang luar biasa adalah dari ASM ada ibu Dumasi M Samosir, Direktur. Ada Ratri dan pak Tri dari ASM yang siap membantu kesuksesan perjalanan ini. Sementara tour leader adalah orang sudah sangat berpengalaman yang sudah menjelajahi hampir setiap negara tujuan wisata di dunia selama sekitar 20 tahun karirnya di bidang ini. Ia  hapal setiap seluk-beluk dan liku-liku tempat wisata di dunia. Ia adalah Martin. Sementara perusahaan penyelenggara adalah PT Perjalanan Service Anda (PSA) yang merancang program perjalanan yang luar biasa ini. Kami sangat puas dengan program dan kwalitas pelayanannya.Diantara teman-teman agen dan broker ada teman lama. Ada bu Vivie isteri pak Hatta Wentio rekan lama saya sejak awal tahun 90an ketika saya di IBS. Ada pak Henry Wong \”hopeng\” sesama anggota APPARINDO dan pemegang sertifikat  LSPI perasuransian dan beberapa teman lainnya. Yang cukup surprise ada \”guru\” saya di Prudential bu Indri seorang SAM asal Semarang. Beliau pernah mengajar di agency kami di Prudesire Bintaro. Bu Indri berangkat karena diajak oleh adiknya yang sukses menjadi agen di ASM.

Turkish Airline kini menjadi airline terkemuka di Eropah dan di dunia. Pelayanan awak kabin dan kwalitas pesawat bagus. Ini terbukti selama dalam perjalanan. Pesawatnya bagus, hanya saja bagi saya terasa agak sempit mungkin karena saya seringnya naik pesawat jarak jauh pakai Boing 777 yang rasanya lebih lega. Awak kabinnya cekatan, ramah dan baik. Kalau saya perhatikan wajah-wajah orang Turki merupakan campuran antara orang Eropah, Asia Tengah dan Arab. Ada yang bule sekali berbadan sedang. Ada yang tinggi besar, hidung dan rahang besar seperti orang Mongol. Ada yang berbadan agak lebar dan pendek seperti orang arab. Malah beberapa seperti wajah orang Indonesia. Saya jadi ingat pengalaman waktu kami pergi naik haji 20 tahun bersama isteri. Sering sekali isteri saya ditarik tangannya dan diajak ngobrol oleh sekelompok ibu-ibu asal Turki, karena dikira ia teman mereka \”hai Aisya….\” katanya mengajak isteri saya bercanda. 
Penerbangan Cengkareng ke Bandara Atturtuk di Istambul ditempul dalam waktu 12,5 jam nostop. Selama penerbangan kami disuguhi makanan dan minuman khas Eropah dan Turki. Terakhir kira-kira dihidangkan dua jam sebelum mendarat. Kami sampai jam 05.30 subuh. Suasana di bandara masih gelap.
Begitu kami keluar dari dalam pesawat udara dingin langsung menyergap. Untung kami sudah mempersiapkan diri dengan jas dan jaket khusus sejak dari Jakarta. Kami memasuki ruang terminal menaiki eskalator ke jalur transit. Sejenak kami beristrihat untuk ke toilet. Nah yang menarik di sini toilet tidak ada yang ada adalah WC he he he. Ternyata mereka menggunakan istilah yang sama dengan kita. Setelah berkumpul kembali kami berjalan ke dalam terminal melalui meja imigrasi. Sama seperti yang dilakukan di Cengkareng setiap barang bawaan semuanya harus diperiksa dan discan. Ikat pinggang, hp, jam tangan dan semua barang bawaan harus melalui scanner. Sepertinya pemeriksaan sangat ketat karena dua hari sebelumnya baru saja terjadi ledakan bom ditengah-tengah kota Istambul yang menewaskan lebih dari dua puluh orang. 
Selepas itu kami naik ke lantai dua untuk berkumpul dengan rombongan. Kami akan menunggu penerbangan berikutnya ke Oslo take off jam 8.30. Jadi kami masih punya waktu cukup. Saya mencari mushola untuk sholat subuh. Saya coba bertanya kepada beberapa orang di restoran, tapi mereka tidak tahu. Apakah mereka tidak tahu letak mushola atau mereka tidak mengerti kata-kata saya. Akhirnya saya menemukan juga Mesjid berukuran sedang tak jauh dari cafe tempat kami berkumpul. Saya dan adik saya bergegas ke mesjid untuk sholat subuh. Saya melihat banyak juga orang Indonesia yang sedang sholat dan duduk-duduk di dalamnya. Saya sapa mereka, ada yang sedang transit untuk ke Berlin, Stockholm dan lain-lain. Yang menarik ada tempat wudhu khusus seperti yang ada di Mekkah. 
———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————
Kami kembali duduk di cafe sambil menikmati teh dan sarapan khas Turki. Untuk berkomunikasi tidak masalah hampir semua orang di bandara ini bisa berbahasa Inggris. Harga makanan bisa dibayar pakai uang Euro tapi yang bagus bayar pakai credit card atau kartu debet sehingga tidak ada uang kembalian. Sambungan iternet WIFI juga tersedia secara gratis disini. Ini sangat membantu saya karena saya gagal mendapatkan sambungan dari koneksi international Exel yang sudah saya set sejak di Jakarta. Saya sempat up date dan  berkomunikasi lewat WA dan email ke teman-teman. Jam 6 pagi di Istambul berarti jam 1 siang di Indonesia sehingga banyak WA yang bersaut-sautan.
Selama menunggu di kafe ini saya kembali memperhatikan wajah dan tingkah orang Turki. Memang secara umum penampilan fisik mereka seperti yang saya jelaskan di atas. Hanya beberapa wanita saja yang mengenakan hijab. Ini mungkin karena baru beberapa tahun ini Turki bebas dari aturan larangan berhijab karena Turki baru saja berhenti menjadi negara sekuler.
Bandara Atturtuk sangat ramai karena merupakan bandara transit antara Eropah dan Asia dan juga antara Eropa Barat dan Timur. Hampir semua penerbangan internasional ada disini. Bangunannya juga bagus dan kokoh. Bus pengantar penumpang dari terminal ke pesawat juga sangat mewah, jauh lebih bagus dari yang ada di Indonesia. Sebagai perbandingan bandara ini mungkin setara dengan Swarnabhumi di Bangkok dan KLIA di Kuala Lumpur.

Sesuai jadwal jam 7.30 kami sudah antri di gate 240 tempat kami akan memasuki pesawat yang akan mengantarkan kami ke Oslo ibu kota Norwegia selama 4 jam penerbangan di sebelah utara. Ketika pesawat mulai mengangkasa, saya melihat ke bawah betapa indahnya kota Istambul, Selat Bhosporus dan Jembatan yang menghubungkan Asia dan Eropah. Seminggu lagi saya akan kembali ke sini untuk transit lagi ke Jakarta.
Waktu enam jam di Istambul memang belum memuaskan dahaga saya untuk mengunjungi Turki. Saya masih punya agenda untuk menjelajahi negeri ini sepenuhnya satu saat ini, mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. Tapi paling tidak saya sudah menghirup aromanya dan mencium bau jejak dari Muhammad Alfatih sang penakluk yang menjadi tauladan dalam kekuatan iman dan keberanian membela agama Allah.

———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————

Leave a comment

Your email address will not be published.