My Score Card #2 Halim 1 11 March 2016

Wah, saya kembali masuk ke kelompok \”Family 100\”. Itu istilah yang diberikan kepada pemain yang score cardnya dengan total di atas 100 oleh rekan-rekan saya di club Alysha. Jumat tanggl 11 Maret 2016 kemarin saya main di home basenya Alysya di Halim 1 saya main 52 52 total 104. Alamak, parah kali… Padahal minggu lalu score saya 89 di Matoa.

Bagi saya Halim 1 adalah course yang paling berat dan saya tidak pernah main bagus disana. Paling bagus saya hanya dapat Par 3 dan score tidak pernah di bawah 90. Ada beberapa hole sejak main disana sampai sekarang saya tidak pernah dapat Par. Tantangan saya kalau bermain di Halim 1 adalah lapanganya yang sangat sempit. Kiri-kanan di setiap hole ada pohon rapat dan tinggi. Hampir tidak ada celah. Jika bola meleset ke kiri atau ke kanan sudah pasti bola akan berada di dalam hutan. Kemungkinan untuk bisa selamat keluar dengan satu pukulan cuma 30 persen. Bisa-bisa untuk bisa keluar saya akan kehilangan 2 atau tiga pukulan. Kemarin saya sempat 3 kali terjebak di dalam hutan. Akibatnya saya 2 kali dapat triple! Jadi, kalau mau sukses di Halim pukulan harus lurus. Sebenarnya saya sudah bisa mengatasinya dengan tips dari pak BS sebelumnya. Tapi kali ini saya melakukan kesalahan yang lain.

Berikut ini beberapa analisa kesalahan saya:

  1. Tee off terlalu pagi. Di Alysha paling lambat tee off jam 5.30 ketika hari masih gelap. Tantangan pertama anda tidak tahu persis kemana mengarahkan bola. Saya langsung kehilangan satu bola di hole 1. Mungkin keluar atau masih di fairway. Tubuh juga masih belum siap untuk memulai permainan karena tidak sempat melakukan pemanasan. Alhasil di tiga hole pertama masih berupa pemanasan. 
  2. Lapangan basah. Permukaan lapangan masih basar dan cenderung becek sehingga bola tertahan. Yang paling berat adalah pada saat memukul, stik tertahan dan cendrung grounded. Kegagalan saya banyak terjadi pada tahap ini, grounded pada second shot sehingga sulit mendapatkan 2 on. Seharusnya saya meninggikan lagi posisi club head terhadap bola. Karena pukulan saya cenderung menghujam ke tanah, untuk mengatasinya saya harus meninggikan stick di atas bola pada saat set up. 
  3. Kehlingan feeling. Sudah hampir 3 bulan saya tidak main di Halim 1, saya mulai mengenai karakter tiap-tiap hole.
Dari semua alasan itu, ada satu alasan yang pas yaitu saya KURANG BISA! That\’s golf, iya kan? Hari ini main bagus, besoknya main jelek padahal dengan prinsip dan kepercayaan diri yang sama. Tidak masalah, just keep trying. Tahun lalu saya main jelek sekali di Halim 1 ini, karena penasaran saya ingin membuktikan bahwa saya ini memang pegolf buruk. Tiga hari kemudian saya main di Pondok Cabe dengan rekan yang lain dan satu lagi orang Jepang, hasilnya saya main 40 41 total 81! Wow, the lowest ever in my life! Jadi bagi saya main jelek di Halim 1 itu pertanda akan main bagus di tempat lain, In sya Allah.

Tapi masalahnya permainan saya di Halim 1 bersama rekan-rekan Alysha itu dihitung dan dimasukkan ke dalam score club yang diupdate setiap minggu dan dibulikasikan ke seluruh anggota untuk penetuan peringkat. Jadinya saya \”berat muka\” karena dikatain family 100 dan saya sekarang makin terpuruk di dasar klasmen. Sudah kecil kemungkinan untuk mendapatkan trophy di semester ini. 
Lagi pamer topi kenang2an dari Vietman dari pak Kun Kurnaely
Alysha Club anggotanya kebanyakan ex Pertamina dan profesional lainya. Ada lawyer, engineer, businessmen dan broker asuransi seperti saya.
Rencana main saya berikutnya bersama Bintaro Golf Club Di Bandung. Focus, naik panggung! in sya Allah.

———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————

Leave a comment

Your email address will not be published.