Sepekan di Surga Dunia, Oslo Norwegia

Ketika PBB mengumumkan daftar negara-negara paling bahagia di dunia (The Happiest Country in the world) tahun 2016  saya sedang berada di salah satu negara yang paling berbahagia, Norwegia. Menurut hasil survey dari Gallup negara-negara Scandinivia hampir setiap tahun masuk di dalam daftar teratas bangsa paling berbahagia dunia ini. Saya beruntung berkesempatan menyaksikan sendiri kebahagian orang-orang Norwegia ketika saya berkunjung ke Norwedia dan Finlandia selama seminggu akhir bulan Februari 2016 lalu.

Saya terbang menuju Oslo dari Istambul menaiki pesawat Turkish Airways take off jam 8.30 pagi. Setelah satu jam terbang saya menyaksikan dari udara pemandangan yang begitu indah terbentang di bawah. Perbukitan berwarna biru yang dipuncaknya ditutupi salju berwarna putih. Semakin ke utara semakin tebal saja salju yang menutupi.
Sekitar 1 jam sebelum mendarat pemandangan menjadi berkabut dan saya tidak dapat lagi melepas pandangan ke bawah. Rupanya salju sudah semakin tebal. Saat pendaratan di bandara Gardermoen International Airport di Olso salju turun cukup lebat. Beberapa ratus meter sebelum mendarat saya menyaksikan betapa tebalnya salju yang menutupi pepohonan, bangunan dan permukaan bumi, semua berwarna putih. Begitu pesawat touch down tampak jelas bahwa landasan tertutup salju penuh. Petugas bandara sudah bersiap siaga dengan beberapa truk pemadam kebakaran dengan lampu hazard menyala, semua sarana keselamatan untuk mengantisipasi jika pesawat tergelincir. Syukur Alhamdulillah kami behasil mendarat dengan selamat. 
Ketika kami keluar dari pesawat melewati garbarata, saya langsung merasakan udara yang sangat dingin. Untunglah sebelum boarding saya sudah mempersiapkan diri dengan segala perlengkapan antara lain jaket tebal, sweater, penutup kepala, syal, sebatu boots dan celana jean. 
Proses administrasi lancar dan petugas sangat ramah. Inilah pertama kalinya kami bersentuhan dengan orang Norwegia. Tampak jelas  kebahagiaan terpancar di wajah mereka. Tidak ada rasa curiga, tidak ada ketakukan dan mereka sangat menghormati tamu.  Mereka melayani dengan cepat, ramah, senyum, sopan dan professional. 
Proses pengambilan bagasi juga berjalan lancar. Yang membuat berbeda dengan di negara lain tidak ada pemeriksaan bagasi sama sekali. Semua barang barang baik tas jinjing dan bagasi besar bisa diangkut ke luar tampa ada pemeriksaan. Ini salah satu bukti negari orang yang berbahagia. Tidak ada curiga. 
———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————
Di luar kami sudah ditunggu oleh bis yang akan mengantar kami berkeliling kota Oslo sampai malam. Seperti anak kecil, saya mencoba memperhatikan setiap butir salju yang turun. Yang menempel di dinding, menutupi jalan dan yang menutupi kendaraan. Yah maklumlah…. namanya juga anak desa.. he he he.. 
Dari bandara kami langsung menuju ke pusat kota melalui high way dan terowongan untuk menikmati makan siang di sebuah restoran China. Sepanjang jalan tampak salju menutupi seluruh kota. Kami hampir tidak melihat seorangpun di kiri-kanan jalan sepanjang sekitar 20 km perjalanan menuju pusat kota. \”Kita sudah sampai di pusat kota Olso\” kata Martin tour leader kami. Kami heran, ibu kota Norwegia hanya sebesar ini? Betul, Oslo bukanlah kota metropolitan. Oslo sebuah kota lama dengan bangunan bergaya klasik.  Tidak banyak gedung-gedung tinggi pencakar langit. Beberapa blok pusat bisnis dan perkantoran berjejer di sepanjang jalan-jalan utama. Penduduk kota Oslo sekitar 650 ribu orang saja. 
Di bawah guyuran hujan salju saya mencoba berjalan-jalan menelusuri kota. Tampak wajah-wajah orang Norwegia yang tenang dan bersahabat. Mereka ramah ketika ditanya. Dan yang membuat mereka berbeda dengan orang \”bule\” lainnya, mereka terlihat lebih cantik dan ganteng. Kulit mereka putih bersih dan berbadan sedang, tidak gemuk. Rata-rata berambut pirang dan tubuh mereka tidak terlalu besar. Tidak tampak anak-anak muda berkumpul seperti yang ada di kota besar lainnya. Sepertinya mereka orang-orang yang sudah mempunyai acara masing-masing. Pakaian mereka  modis, bagus dan menarik. Di jalanan tampak hilir mudik kendaraan sebagian besar keluaran eropa seperti Mercedes, Landrover, Audi, Renault dan ada juga mobil buatan Jepang dan Korea. Trem, bis dan kereta api secara teratur mengitari kota. Tidak ada sepeda motor. Di pertokoan semua barang-barang ada mulai dari merek ternama sampai barang-barang biasa dan harganya juga tidak terlalu mahal. Saya juga melihat banyak wajah-wajah Asia, mungkin mereka mahasiswa atau sudah menjadi warga sana. 
Sebelum meninggalkan pusat kota, kami makan malam di sebuah restoran Thailand tak jauh dari restoran China tempat kami makan siang. Selesai makan malam kami masih punya satu acara lagi sebelum check in di Hotel Radison. Kami menuju ke komplek kejuaran Ski Dunia Holmenkollen National Ski Arena tempat diadakannya kejuaraan dunia ski beberapa tahun yang lalu. Karena salju turun dari pagi sehingga seluruh arena tertutup salju dan tidak bisa dinikmati. Kami akan mengunjunginya lagi besok siang. Jam sembilan malam kami check in di hotel Radisson Blu Oslo, hotel bintang lima di pusat kota Oslo. 
Pagi-pagi kami sudah bangun dan langsung check out kerena sore hari kami akan terbang ke kota Tromso, sebuah kota di Norwargia di sebelah utara. Sarapan pagi yang begitu nikmat. Selain menikmati hidangan khas Eropah, ada menu  khas laut utara yaitu ikan salmon. Ini pilihan utama saya karena saya menghindari memakan daging dan ayam meski termasuk halal tapi belum tentu toyyib (baik) karena tidak disembelih secara Islami. 
Acara pertama kami adalah menelusuri jalam-jalan di ditengah kota Olso sambil menuju ke kawasan taman patung Vigeland Park. Taman yang penuh dengan patung karya pemahat Gustav Vigland yang jika dilihat oleh orang biasa, patung-patung ini seperti karya pornografi. Perlu ada penjelasan khusus untuk memahami karya-karya Gustav ini. 
Dari sini kami menuju ke kawasan Homenkollen yang tadi malam belum sempat kami jelajahi. Terletak di puncak bukit melalui jalan yang berkelok-kelok seperti menuju Puncak di Bogor. Udara di pagi ini sangat cerah, langit biru dan sinar matahari terang di sebelah timur. Benar-benar menghadirkan pemandangan indah. Di kiri-kanan tampak rumah-rumah mewah besar khas Eropah. Atapnya ditutupi oleh salju tebal. Pohon pinus ditutupi salju setiap dahannya. Di kiri-kanan jalan gundukan salju berwarna putih membentang. Semakin keatas semakin tampak kota Oslo keseluruhan. Beberapa fjord yang membeku berwawrna putih. Fjord adalah danau besar atau mungkin laut kecil yang berada ditengah daratan. Agak berbeda dengan danau. Ketika kami sampai di arena, ternyata sedang diadakan perlombaan skil antar remaja. Tampak para ABG di dampingi oleh orang tua mereka mempersiapkan diri. Inilah interaksi saya berikutnya dengan warga Oslo. Tampak keakraban keluarga. Kedua orang tua dan beberapa anak saling membantu mempersiapkan diri. Setiap warga Oslo pandai bermain ski. Selama musim dingin ini kesempatan mereka untuk bermain ski sepuasnya. Mereka pergi ke luar kota jauh-jauh hanya untuk bermain ski.

Menjelang tengah hari kami sudah meninggalkan kawasan Holmenkollen menuju ke museum Viking. Viking adalah suku bangsa asli orang Norwegia dan Scandinivia pada umumnya. Mereka berasal dari keturunan bangsa Jerman. Ah.. jika saja ayah saya masih hidup, tentulah beliau yang akan menjelaskan ini kepada saya karena beliau seorang ahli etmologi lulusan UI tahun 50an. Beliau pergi dua minggu sebelum kami berangkat. Di musium viking ini terdapat tiga buah rangka kapal peninggalan bangsa Viking sekitar 1000 tahun yang lalu. Orang Viking terkenal sebagai pelaut hebat. Karena tubuh mereka besar-besar mereka mampu berlayar sampai jauh bahkan sampai ke Benua Amerika. Menurut mereka, orang Vikinglah yang pertama kali kali menemukan benua Amerika  bukan orang Columbus orang Spanyol. Mereka mempunyai bukti-bukti. 
Selepas makan siang, kami langsung menuju ke Bandara untuk terbang ke Tromso.Di bandara saya menemukan salah satu tempat yang saya rindukan yaitu mushola. Subhanallah, di tengah-tengah koridor ada sebuah mushola berukuran sekitar 4 x 4 meter lengkap dengan sajah dan arah kiblat. Disinilah saya menuntaskan kewajiban sholat lohor dan asyar jamak untuk hari itu. Jam lima sore kami sudah boarding di dalam pesawat Bong 737 800 SAS (Scandinivian Airline System) yang akan menerbangkan kami selama 1,5 jam ke kota Tromso.

———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————
lngrisk.co.id

Leave a comment

Your email address will not be published.