My score card #7 and #8

Sampai hari ini kalau dilihat dari hasil score, permainan saya belum banyak meningkat di banding dengan tahun lalu. Tapi kalau ditinjau dari enjoyment and excitement saya merasa jauh lebih baik.
Me, Agusman and Sentot @ Gading Serpong
Tee off, second shot sudah jauh lebih efektif, mungkin sudah diatas 80% tingkat keberhasilannya. Dalam satu  permainan saya maksimal hanya gagal dua kali di tee off, itupun masih bisa diselamatkan. Tantangan saya saat ini adalah chipping and pitching. Wah, ini penyakit lama yang kembali kambuh. Padahal tahun lalu sudah bisa diatasi. Saya sering gagal pada saat approaching dengan chipping. Gaya \”sniper\” saya  tidak lagi berhasil. Bola jatuh jauh dari hole, bisa satu atau dua meter sehingga pada saat putting keberhasilannya sangat rendah. Kesalahan saya sering slice alias ngeseng. Bola terbang jauh ke kanan. 

Menyadari akan kelemahan itu, saya kembali membuka buku dan video. Wah ternyata saya sudah jauh dari teori dasarnya. Saya memukul bola dengan cara yang salah. Saya seharusnya memukul dengan menahan laju pukulan jangan sampai full follow through. Harus ditahan sampai kira-kira hanya sejengkal saja dari bola. Itu yang mengakibatkan bola terbang. Kalau dengan mengantar bola seperti diseret dan hasilnya seperti yang terjadi pada saya. Tadi pagi saya driving mempraktekkan hal itu dengan lima puluh bola, Alhamdulillah hasilnya sudah bagus. Semoga kesalahan itu tidak terulang lagi. 
Tantangan saya berikutnya adalah putting. Saya masih banyak gagal, terutama ketika membaca kondisi green. Terakhir saya main di Pangkalan Jati, di round pertama saya dapat delapan bogie dan 1 par. Yang delapan bogie itu sebenarnya adanya par chance, tapi karena saya buruk sekali pada saat putting akhirnya semua jadi bogie. Ada empat kali dua on, ada sekali par lima dengan dua on, tapi hasil akhir tetap cuma bogie. Saya gagal membaca green karena hari masih bagi, green masih basah dan rumput masih segar sehingga banyak yang menahan. 
Stamina, itu yang masih menjadi tantangan terberat saya saat ini. Saya gampang cakek dan akibatnya tidak bisa konsisten. Kalau main pagi, score second round saya pasti lebih buruk karena sudah kepayahan dan kepanasan. Kalau main siang, score round pertama saya lebih jelek tapi round ke dua lebih bagus. 
Syukur minggu lalu ada coaching clinic di driving range Bintaro yang diadakan oleh Bintaro Golf Club dimana sekarang saya sudah menjadi anggotanya. Ada expatriate mantan pemain pro asal Australia Tony Blecker. Saya banyak belajar dan mendapatkan beberapa tips yang berguna.
  •  Confirmed cara memegang stik (gripping) yang diajarkan pak Budi Salmon sudah benar. Saya tidak perlu merubah lagi.
  • Untuk menjadi penurunan fisik perlu meningkatkan konsentrasi salah satunya dengan menahan nafas pada saat proses memukul bola. 
  • Yang perlu dijaga adalah speed harus maksimal pada saat memukul bola agar hasilnya bagus
  • Perbaikan yang saya lakukan sekarang adalah dengan menambah jumlah bola menjadi 200 setiap kali driving yang biasanya hanya 100 atau paling banyak 150 bola 
  • ABC (Aim, Ball and Central) Bidik tujuan, fokus pada bola arahkan ke tengah-tengah)
Kalau dilihat score card saya pada saat bermain bersama BGC di Gading Serpong, kami main mulai hole tiga par 3 saya langsung par.Hole empat par 4 saya juga par dan saya bisa main konsisten sampai hole 10 dan 11. Saya dapat dua par. Di hole 11 saya seharusnya dapat par karena jarak putting saya hanya tinggal dua puluh lima cm tapi gagal. Saya merasa kecewa sekali. Mungkin karena terbawa perasaan kecewa, ketika saya memukul di hole 13 par 3, pukulan saya melang ke kanan ke flower bed dan hilang. Saya ke penalti. Chipping saya gagal karena terkena \”serangan\” konsentrasi hilang akhrnya saya dapat triple. Saya semakin kecewa dan ingin cepat-cepat memperbaiki diri, di hole hole 14, tapi yang terjadi saya gagal di tee off bola hanya terbang sejauh lima puluh meter saja. Akhirnya saya dapat triple yang kedua… Baru di hole 15 saya kembali dapat par. Sisanya saya main buruk sekali karena dapat dua triple lagi dan sekali par.
Alhasil saya main 98, 8 stroke diatas handicap yang saya pasang. Tapi sudah lebih baik dari pertama kali saya main bersama dengan BGC yaitu 101. In sya Allah pada permainan yang ketiga saya bisa main lebih baik lagi sesuai dengan handicap 18. 
Bermain dengan orang-orang baru ternyata menjadi beban moril. Saya bermain dengan dua orang rekan baru pertama pak Agusman seroang pensunan PLN kantor pusat. Kedua anak muda Sentot pengusaha di bidang chemical. Kini kami menjadi teman baik dan ada rencana main bersama di luar BGC. Mengikuti turnamen ternyata juga punya beban moril yang berat. Perlu penyesuaian. Sama seperti Rio Haryanto yang sedang berjuang di F1. Dari empat kali putaran, Rio belum menunjukkan hasil yang maksimal padahal pada saat berlaga di F2 dia sering kali jadi juara. It takes time… 
Main di Pangkalan Jati dengan pak Bimada setiap Selasa pagi. Beruntung pada Selasa kemarin pada saat registrasi bertemu mas Luki rekan dan tetangga saya yang juga akan bermain dengan seorang temannya orang asuransi juga pak Bunbun. Akhirnya kami gabung dan main berempat. Kini kami sudah menjadi team baru lagi. That\’s the beauty of golf. Lebih udah untuk mendapatkan teman network. 
Score saya membaik, saya main 44 50 total 94.
Me, Bimada, Luki and Bunbun – @ Pangkalan Jati

Leave a comment

Your email address will not be published.