Sepekan di Surga Dunia ” Helsinki Finlandia”

Mejeng di depan hotel Kamp

Ini bagian dari 6 tulisan saya dari perjalanan ke Turki, Norwegia dan Filandia akhir Februari 2016 silam.

Menjelang jam lima sore waktu di Rovaniemi kami sudah berada di stasiun kereta yang akan mengantar kami ke Helsinki ibu kota Finlandia. Kami menumpang kereta VR LC 299 intercity berangkat jam 17.54. Suasana yang sangat berbeda dengan stasiun yang ada di Jakarta. Tidak banyak orang yang lalu-lang. Tidak ada petugas yang berdiri. Yang ada hanya para calon penumpang yang duduk rapi dan tenang. Tidak ada loket penjualan tiket. Tidak ada pula petugas pemeriksa karcis. 
Stasiun Kereta yang sepi
Mengangkat sendiri bagasi – ga ada porter

Masing-masing kami sudah memegang tiket  yang berisi nomor kereta, tempat duduk dan kamar. Kami harus \”pintar\” membaca tiket agar tidak salah kamar dan tertinggal. Tidak ada juga porter. Kami harus mengangkat sendiri semua barang dan bagasi ke dalam gerbong. Bagi yang bagasinya banyak terlihat sangat kerepotan. Untunglah kami team yang kompak yang saling membantu. Kami memasukkan bagasi ke dalam satu gerbong. Setelah itu baru kami masuk ke dalam gerbong tempat duduk dan tidur. Setelah beberapa menit kami menyadari bahwa kami meletekkan bagasi di gerbong yang salah. Gerbong itu tidak akan sampai ke Helsinki. Dengan tergesa-gesa kami rame-rame memindahkan ke gerbong lain. Akhirnya keberangkatan kereta tertunda sekitar lima menit. 
———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————
Kamar tidur di kereta untuk dua orang
Kami masuk ke dalam gerbong masing-masing. Gerbongnya terdiri dari dua tingkat. Berupa kamar lengkap dengan tempat tidur, kamar mandi, lemari pakaian, charger dan tentu saja WIFI. Ini pengalaman pertama saya naik kereta api mewah seperti ini. 
Jam lima sore kereta mulai bergerak meninggalkan stasiun menuju Helsinki di sebelah timur. Perjalanan ini akan memakan waktu dua belas jam. Kami meninggalkan Rovaniemi di bawah temaran matahari senja berwarna kuning keemasan. Terlihat pohon bersalju dan permukaan bumi berwana putih sepanjang jalan. Kereta berjalan dengan sangat tenang. Tidak ada guncangan sama sekali, seperti kita sedang berada di dalam sebuah kamar hotel saja. Beda dengan kereta di Indonesia. Ada suara gemuruh bunyi gesekan roda dan rel. Bunyi benturan gerbong ketika melewati sambungan rel. 
Jam tujuh kami berkumpul di restoran dua gerbong di depan gerbong saya. Disana sudah ada beberapa orang rekan dan penumpang lainnya sedang menikmati makan malam. Restorannya cukup besar bisa menampung sekitar lima puluh orang sekaligus. Tapi pelayannya cuma dua orang tua, satu perempuan satu lagi laki-laki. Hanya mereka berdua saja yang akan melayani makan malam seluruh penumpang kereta yang jumlahnya ratusan orang. Mereka mampu. Tidak banyak variasi makanan tapi cukup enak. 
Setelah makan saya kembali ke kamar. Suasana di luar sudah gelap dan hanya terlihat lampu-lampu rumah penduduk. Saya mandi, ganti baju dan sholat. Setelah itu saya langsung \”main hp\” membaca dan bertukar pesan di WA. Sinyal cukup kuat sehingga hampir semua data bisa diuplaod. Jam tujuh malam di Finlandia berarti jam dua siang di Jakarta. Sehingga komunis dan posting di group WA sangat ramai. Ini kesempatan saya membalas dan memberi komentar untuk mengusir sepi. Beberapa lama kemudian saya pun tertidur. 
Arthur hotel, Helsinki
Menjelang jam lima pagi kami sudah memasuki kawasan Helsinki. Morning has broken di Helsinki. Kami tiba di stasiun Hesinki, Helsingfors Centeralstation. Kami disambut dengan udara dingin dan untungnya salju tidak turun. Kami berjalan melewati stasiun ke terminal bis. Disana sudah ada ada bis yang akan mengantar kami ke restoran dan hotel tempat kami menginap. 

Di depan gedung pemerintah Finlandia
Melihat bangunan di kota Helsinki sepertinya mirip dengan yang ada di Oslo. Sebagian besar bangun klasik tahun tigapuluhan yang terlihat kokoh dan artistik. Jalanan tidak begitu ramai. Menurut tour leader lokal kami Maria keturunan Spanyol dan Inggris menjelaskan bahwa ide pembangunan kota Helsinki dipengaruhi oleh rancangan kota Paris. Banyak model bangunan mirip dengan yang ada di Paris. Kami sarapan di sebuah restoran besar yang merupakan bagian dari hotel. Selepas makan kami lanjutkan dengan berjalan-jalan berkeliling kota Helsinki. Bagus, indah dan bersih. Ada gereja terbuat dari batu, gereja tua dan lain. Sebagian besar pengikut Lutheran. Mesjid juga banyak. Muslim sebagian besar berasal dari Turki, Timur Tengah dan Somalia.

———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————
Kawasan Tempat berbelanja di pusat kota Helsinki

Ruang mewah dan besar hotel Kamp

Belagak seperti Kepala Negara di ruang baca kamar hotel Kampi.. hm hm..
Setelah jam dua belas kami check in di Hotel Kamp hotel bintang lima terletak di pusat kota Helsinki. Hotel ini sudah ada sejak seratus tahun lalu. Mempunya sejarah panjang. Hampir semua kepala negara, pengusaha top dan artis terkenal pernah tinggal di hotel ini. Beberapa bulan sebelum kami datang ada penyanyi terkenal Justin Beiber yang menginap disini. Tarif kamarnya sekitar USD 400/malam. Saya sangat beruntung bisa menikmati tidur di hotel semewah ini. Itu memang selalu yang diberikan oleh ASM kepada para pemenang di akhir perjalanan. Menginap di hotel paling mewah di kota itu. Tahun lalu mereka menginap di hotel paling mewah di St Petersburg Rusia. 
Kamar hotelnya luas, tempat tudurnya tebal, peralatan kamar lengkap dan sangat mewah. Sangat pantas dengan harga yang dibayar. Saya tahu kenapa kami harus menunggu dua jam baru bisa masuk ke kamar. Karena perlu waktu lama untuk merapikan kamar seluas itu.Ada yang menarik, pekerja hotel ini kebanyakan orang Rusia. Mereka terlihat sangat cantik dan menarik. Rasanya saya seperti bertemu muka dengan idola saya Maria Sarapova petenis cantik top dunia asal Rusia. Kulitnya putih bersih, ramping dan rambutnya pirang. 
Kami berbelanja oleh-oleh di sini. Ada pasar murah tak jauh dari hotel Kamp di tepi pantai. Ada berbagai macam barang dengan harga minimal 3 EURO. Harga barang bermerek seperti tas, baju dan lain-lain juga tidak terlalu mahal. Tas di bagus dengan merek terkenal di bawah 100 EURO. 

Mall terkemuka di Helsinki
Jam satu siang kami sudah check out dari hotel Kamp. Bersiap-siap berangkat ke bandara internasional  Vantaa Airport berjarak kira-kira satu jam dari pusat kota. 
Ketika kami meninggalkan pusat kota Helsinki salju sudah mulai menguap. Rumput di taman-taman sudah  tampak menghijau. Musim dingin sudah sampai diujung. Musim semi segera datang. Kami pun sudah harus kembali ke tanah air untuk kembali bekerja.
Kembali kami menumpang pesawat Turkish Airways yang akan membawa kami ke Istambul untuk selanjutnya terbang kembali ke Jakarta.

Helsinki International Airport

Kota Helsinki dari Udara.. bye…
Inilah akhir perjalanan pertama saya ke benua biru Eropah. Alhamdulillah. Setelah menanti puluhan tahun akhrnya Allah memberikan kesempatan ini. Terwujud sudah cita-cita untuk menginjakkan kaki di belahan bumi sebelah utara ini. Puas, senang, bangga dan bersyukur. Itulah yang saya rasakan. Sekarang saya merasa sudah sama dan sederajat dengan orang-orang yang pernah ke Eropah. Saya tidak lagi merasa ada yang kurang di dalam diri ini ketika mereka bercerita tentang Eropah. Banyak hal-hal yang menarik. Banyak kelebihan dan pelajaran yang bisa diambil. Tapi, secara umum tidak ada hal-hal yang sangat berbeda antara yang ada di negeri sendiri dengan yang ada di sana. Bedanya, kalau di Eropa strata kehidupan sudah merata. Tidak ada jurang yang besar orang kaya dengan orang miskin. Mereka rata-rata sudah cukup kaya. Semua sarana sudah tersedia. Meski harganya menurut ukuran kita mahal tapi karena pendapatan mereka juga tinggi, maka harga itu menjadi hal biasa-biasa saja buat mereka. Hanya saja karena di Indonesia kita bisa mendapatkan barang tersebut dengan harga yang jauh lebih murah. Kenapa? karena standard pendapatan kita juga rendah. Misalnya sebotol air mineral di Jakarta harganya empat ribu rupiah, di Tromso harganya tiga euro atau sekitar lima puluh ribu rupiah.

Kepada Asuransi Sinar Mas, terima kasih atas kesempatan ini. Semoga di tahun 2017 kita lanjutkan perjalanan ke Italia. Yes we can! In sya Allah.

Bagi anda yang sudah punya cita-cita untuk pergi ke Eropa, saya doakan semoga Allah SWT segera mewujudkanya… aamiin.. 

———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————

Leave a comment

Your email address will not be published.