Leadership : “Tidak bisa terlalu demokratis”

Kemarin siang saya berkunjung ke kantor salah seorang klien yang juga sudah menjadi sahabat pak Bimada. Bagi saya, jika seminggu saja tidak bertemu rasaya sudah terlalu lama. Terakhir kami bertemu di Makassar Ahad lalu. Tampa membuat janji saya datang sekitar jam satu siang ke kantornya di kawasan Kelapa Gading. Ketika saya datang beliau bersama dengan semua team management dan senior manager sedang mengikuti presentasi dan pengarahan dari konsultan management yang akan membantu mereka mempersiapkan perusahaan go public. 
Karena saya  sudah dianggap bagian dari klien ini, begitu datang saya langsung diajak bergabung. Saya tertegun mendengarkan pencerahaan yang disampaikan. Ini benar-benar konsultasi manajemen tingkat tinggi. Saya sering mengatakan bahwa saya ini sudah kenyang mengikuti berbagai macam training, tapi yang saya dapatkan kali ini jauh lebih berkelas. Ini benar-benar untuk pemilik dan manajemen perusahaan besar yang layak go publlic. 
Pak Bimada sebelumnya sudah memberikan informasi mengenai konsultan ini sebelumnya. Seorang pengusaha sukses dan juga menjadi konsultan untuk perusahaan yang akan go public, atau perusahaan yang akan menjualkan sahamnya di bursa saham di dalam dan di luar negeri. Banyak perusahaan yang sudah berhasill go public hasil konsultansinya. 
Berikut ini pelajaran yang berharga yang saya dapatkan:

  1. Pemimpin tidak bisa terlalu demokratis, otoriter juga diperlukan. Ini seperti menohok saya. Saya memang  terlalu demokratis. Banyak hal-hal yang seharusnya  bersikap tegas dan keras di dalam memimpin. Saya masih terlalu banyak \”eueh, pakewueh\”. Banyak pertimbangan ketika melihat pelanggaran. Saya masih sungkan untuk melakukan tindakan langsung pada setiap pelanggaran. Memberikan tegoran ketika kinerja tidak sesuai dengan rencana. Sikap tegas sangat diperlukan, apalagi jika kita memimpin orang pribumi. Awalnya saya tidak setuju dengan ungkapan ini. Tapi ketika beliau menambahkan bahwa kebanyakan kita orang pribumi bermental \”in lander\” anak jajahan. Tidak kreatif, tidak disiplin dan cenderung culas. Saya jadi tersadar. Beliau benar, itulah yang sering kita lihat ketika sebuah perusahaan atau organisasi yang kebanyakan terdiri dari pribumi kurang maju dan gagal. Untuk memimpin pribumi maka gaya yang cocok adalah kombinasi gaya demokratis dan otoriter. Harus ada penegakkan disiplin, reward dan punishment. 
  2. Pemimpin memberikan contoh. Untuk semua sikap, hasil dan budaya yang diinginkan perusahaan maka semuanya bermula dari sikap pemimpin. Pemimpin dulu yang melakukan sikap itu baru bisa meminta pengikutnya untuk melakukan. Itu juga kelemahan dari pemimpin pribumi. Mereka mengharapkan setiap pengikutnya menjalankan aturan akan tetapi dia sendiri tidak melakukan. Beliau ini mencontohkan tentang pakain seragam yang beliau kenakan. Beliau setiap hari memakainya sehingga karyawan juga juga mengikutinya. Supaya terlihat putih dan bersih beliau belajar sendiri bagaiman cara mencucinya dan kemudian mengajarkan karyawannya. Kini memakai seragam setiap hari sudah menjadi budaya kerja perusahaan, 
  3. Melakukan pengawasan sendiri dan memberikan solusi. Untuk melakukan perbaikan harus dilakuakn sendiri oleh leader. Tidak bisa mengharapkan dari pengikut. Bisnis utama beliau di bidang perkapalan. Ada beberapa kapal yang beliau miliki. Selama ini banyak orang enggan berbisnis kapal karena sedikit sekali yang untung. Setelah beliau pelajari ternyata salah satu penyebabnya  adalah karena ada kecurangan yang masif dari para awak kapal. Mereka mempermainkan segala macam biaya. Ketika membeli solar mereka membelinya tidak sekaligus. Misalnya kapasitas tangki 25 ton maka mereka mengisinya hanya 8 ton dengan tujuan setiap kali mengisi mereka ada kesempatan \”kencing\” alias korupsi. Di setiap kali pengisian solar ada peluang korupsi. Yang beliau lakukan adalah dengan mengisi full tank setiap kali. Tertutuplah peluang untuk korupsi. Demikian juga dengan pembelian air bersih, pembelian bahan makanan yang disediakan diatas kapal. Alhasil kini operasional kapal mereka menjadi turun dan mendatangkan keuntungan. Bagi para awak yang sudah terbiasa melakukan korupsi dikenakan sanksi dan depecat. Mereka mengutamakan karyawan yang mempunyai integritas tinggi daripada yang lain. Perusahaan akan memberikan penghargaan yang tinggi kepada mereka. 
Itu beberapa pelajaran penting yang saya dapatkan dalam waktu setengah jam. Saya berharap dapat bertemu kembali dengan beliau dalam waktu dekat ini. 
Saya langsung introspeksi diri. Saya harus merubah gaya kepemimpin, saya tidak bisa terus-menerus dengan gaya saya yang sekarang ini. Tidak akan banyak yang berubah jika tidak saya robah. Kata pakYosep guru saya di Pru yang sering mengungkapkan \” perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan\” yes.. siap laksanakan!

———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————

Leave a comment

Your email address will not be published.