Optimalisasi Peran dan Fungsi Masjid


Assalamulaikum Wr.Wb,
Sidang pembaca yang budiman, berikut ini catatan saya dari pengajian tarawih rutin di mesjid Raya Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan pada malam 31 May 2017 atau 6 Ramadhan 1438H. Pembicaranya adalah Dr. Hamdan Rasyid, kepada beliau saya mohon izin untuk menuliskannya karena topik ini sangat bagus dan perlu diketahui oleh masyarakat khususnya bagi para pengelola mesjid. Semoga ilmu ini dapat dimanfaatkan dan berguna untuk peningkatan iman dan taqwa masyarakat.
Secara harfiah masjid berasal dari bahasa Arab yang asal katanya sujud, yasjudda yang artinya tempat bersujud kepada Allah SWT. Bangunan yang berfungsi untuk beribadah kepada Allah SWT. Sesuai dengan ayat Al Quran yang menyatakan bahwa mesjid itu didirikan atas dasar taqwa. Seluruh aktifitas mesjid bertujuan untuk meningkatkan taqwa kepad Allah SWT.
Di dalam spektrum ajaran Islam, mesjid tidak hanya terbatas untuk kegiatan ibadah makhdoh saja (sholat, zikir, qiraah dan doa) tapi juga tempat aktifitas duniawi. Hal ini sesuai dengan yang dilakukan oleh Rosulullah SAW. Mesjid juga sarana untuk taklim untuk menimba ilmu bagi seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan kadarnya masing-masing. Antara lain sebagai berikut:
  •  Tempat pendidikan Alqur an untuk anak-anak berupa Taman Pendidikan Alquran (TPA)
  • Tempat pembinaan remaja dengan membentuk Ikatan Remaja Islam atau Ikatan Remaja Mesjid. Khusus untuk remaja perlu disesuaikan dengan minat dan keinginan mereka misalnya perlu sarana aktifitas olahraga dan kesenian. Tempat mereka dapat menunjukkan ekspresi diri mereka kemudian disesuaikan dengan ajaran Islam.
  • Tempat persiapan dan pembinaan bagi remaja dewasa untuk mempersiapkan diri memasuki kehidupan berumah tangga (menikah) dengan memberikan materi dan dasar-dasar agama untuk membina rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah dan Warohmah. Bagi yang lulus kuliah dan sedang mencari kepekerjaan juga disediakan sarana informasi dan penawaran kerjasama dari jemaah yang ada. Karena komunitas mesjid jumlahnya banyak
  • Tempat musyawarah antara sesama umat. Tempat menyelesaikan sengketa diantara umat seperti yang dilakukan oleh Rosulllullah SAW.
  •  Rosulullah menjadikan mesjid sebagai tempat pusat pemerintahan di Madinah. Seluruh aktiftas kepemerintahan dilakukan di mesjid, sehingga tidak ada kantor kepala pemerintahan apalagi istana di Madinah. Pada saat itu belum ada Trias Politika pembagian tugas di dalam pengaturan negera.
  • Tempat taklimah, menimba ilmu. Mengadakan majlis taklim untuk peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Salah satunya agar tidak mudah terpengaruh oleh ajaran radikal seperti ISIS dan juga paham liberal. Taklim yang mengajarkan Islam yang tawassul, moderen dan tidak fanatik. Mesjid juga sebagai saran untuk peningkatan ilmu pengetahuan termasuk terkonolgi dan umum 
  •   Sarana perawatan kesehatan dengan membangun fasiltas perawatan dan klinik
  •  Meningkatkan kwalitas perekonomian. Memang berjual beli dilarang di dalam mesjid, tapi tidak jika di dalam kawasan mesjid bisa dibangun toko atau warung yang menyediakan kebutuhan seluruh masyarakat. Sementara keuntungan dari usahanya digunakan untuk kebutuhan operasional mesjid sehinga menjadi mandiri. Dengan demikian tercipta kerjasama dari umat dan untuk umat. 
Ada tiga tahapan di dalam mamaksimalkan fungsi mesjid:
 
1. Membangun
Di dalam salah satu hadis rosulullah disebutkan bahwa bagi siapa yang membangun mesjid di dunia, Allah akan mengganti dengan mesjid baginya disurga. Mungkin karena terpacu oleh hadis ini banyak orang berlomba-lomba membangun mesjid. Tapi sayang tidak semua mesjid yang dibangun dengan megah itu beroperasi dengan baik. Karena mereka lupa untuk dengan tugas yang berikutnya.
2. Pemeliharaan 
Mesjid yang sudah dibangun harus diperlihara agar kondisinya tetap baik, kokoh, bersih, wangi dan terawat. Perlu perencanaan yang matang di dalam pemelliharaan mesjid karena semua bagian mesjid harus dirawat secara rutin. Atap yang bocor dan lantai yang pecah harus diganti. Sajjadah, karpet, tempat wudhu, toilet harus bersih dan wangi. Inilah yang menjadi masalah utama di hampir seluruh mesjid yang ada. Kualitas pemeliharannya masih kurang sehingga kurang menarik bagi jemaah untuk berkunjung apa lagi berlama-lama diam di mesjid. Sebaiknya setiap mesjid harus mempunyai petugas khusus untuk pemeliharaan bukan hanya iman dan guru saja. Perlu pula disediakan alat-alat kebersihan yang memadai agar hasil kerjanya maksimal.
     3.   Memakmurkan
Mesjid yang sudah dibangun dan dipelihara dengan baik perlu dimakmurkan dengan mendatangkan jemaah sebanyak-banyaknya. Mengajak seluruh jemaah untuk sholat wajib berjamaah di mesjid dengan mengumandangkan azan dan menyediakan imam. Menyelengarakan program pendidikan dan pengajian untuk seluruh jemaah dengan sesuai dengan kadarnya. 
Pengurus masjid yang dipilih haruslah mereka yang mempunyai iman dan taqwa yang baik. Mereka yang hatinya selalu terpaut ke mesjid. Selain itu perlu pula dipertimbangkan keterlibatan pengurus yang mempunyai keahlian di bidang-bidang tertentu. Ada yang ahli di bidang ekonomi dan bisnis agar mampu mengelola dana umat. Ada yang ahli manajemen yang bisa membuat program kerja yang baik. Ahli konstruksi dan perawatan.
Program kemakmuran mesjid disusun dengan materi dan pembicara dan penceramah yang berkwalitas dan disukai oleh umat.
Demikian, semoga catatan singkat ini bermanfaat bagi kemajuan umat. Kepada pembicara semoga diberi ganjaran yang setimpal oleh Allah SWT.

Leave a comment

Your email address will not be published.