Evaluasi SUMBAR Expo 2017

 Erwin Yunaz, Wakil Wali Kota Payakumbuh.
Sumbar Expo 2017 yang digelar olah Pemeritahan Propinsi (PEMDA) Sumbar di Batam usai sudah. 
Expo ini diharapkan dapat menjadi ajang promosi semua potensi ekonomi dan bisnis yang ada di Sumbar. Menarik investor sebanyak-banyak untuk berinvetasi. Penulis sendiri hadir dan merasakan kemeriahan Expo yang digelar 9-12 November terutama pada acara pembukaannya. 
Penulis mengapresiasi segala upaya dari Pemprov Sumbar yang sudah berhasil menyelenggarakan acara expo semeriah ini. Agar kegiatan yang penting ini dapat memberikan manfaat maksimal, penulis ingin memberikan masukan, koreksi ataupun evaluasi  agar bisa lebih baik di masa yang akan datang. 

Pertama, dari segi nama. Penulis kira, akan lebih tepat jika menggunakan istilah Minangkabau Expo. Karena istilah Minangkabau skopnya lebih luas. Akan jauh lebih dahsyat gaungnya jika menggunakan kata Minangkabau atau Minang dari pada kata Sumbar. 
Secara administratif memang yang tepat adalah kata Sumbar tapi kalau dari segi gema dan daya tarik nama Minangkabau jauh lebih memikat. Orang Minang tak terbatas hanya yang berada di Sumbar, tapi juga di Riau bahkan di semenanjung Malaysia dan Singapura. 

———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————
Penggunaan istilah Minangkabau lebih menjual dan lebih menarik bagi banyak pengunjung. Apalagi jika dikaitkan dengan komunitas Minang di perantauan seperti Saudagar Minang dan lain-lain. 
Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh pengusaha asal Minang yang tidak dimiliki oleh pengusaha dari daerah lain adalah adanya jaringan/network orang Minang yang sangat luas tersebar di seluruh dunia.

Kedua, dari segi waktu. Sepertinya Expo tidak tepat dilaksanakan di bulan November yang bertepatan dengan musim hujan. Apalagi jika pelaksanaannya di lapangan terbuka. Selain itu bulan November tidak sedang musim liburan yang berkorelasi dengan kurangnya hasrat belanja. 

Ketiga, dari sisi produk. Produk yang ditampilkan masih kurang, segelintir, belum representatif dan tidak mewakili potensi ekonomi dan perdagangan daerah secara keseluruhan. Sebagai contoh untuk kota Payakumbuh, hanya diwakili oleh rendang, songket, maupun kerupuk sanjay. 
Lalu bagaimana dengan industri peternakan, perkebunan, peternak ayam dan telur yang juga merupakan potensi ekonomi terbesar di kota ini? Mereka juga siap untuk dikembangkan. Demikian juga dengan industri pariwasata yang belum tereskploitasi potensinnya secara maksimal. 
Terakhir, ini yang paling penting yakni hasil transaksi yang diraih dari sebuah Expo. Kesuksesan sebuah Expo diukur dari hasil nyata transaksi yang direalisasikan selama acara. Kemudian ditandai juga dengan adanya kontrak atau MOU antara pebisnis. 
Adanya rencana kunjungan, komitmen dari perbankan dan perusahaan pembiayaan untuk pengembangan usaha, penyediakan teknologi, logistik, dan pemasaran yang lebih luas. Setiap Expo seharusnya ditargetkan menghasilkan adanya deal dan transaksi besar dari semua komoditi yang dipamerkan. 
Terjalinnya kerjasama dengan para pedagang besar dan retail dengan para pengusaha Minangkabau. Terbukanya akses dan pasar baru. Semakin dikenalnya potensi bisnis dari Minangkabau. 
Berita yang diharapkan dari Minangkabau Expo misalnya ada permintaan dari Pemprov DKI untuk songket dari Payakumbuh untuk guru-guru SD se-Jakarta. 

———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————
Pengusaha Malaysia memesan rendang asli Payakumbuh satu kointainer per bulan. Pengusaha peternak ayam asal Payakumbuh menandatangi kontrak pengadaan telor ayam sebanyak 10 kontainer sebulan dengan pengusaha restoran di Batam. 
Pengusaha peternakan sapi nasional asal Jakarta menandatangi kontrak pengadaan 1000 ekor sapi untuk penggemukan dengan pengusaha Payakumbuh. 
Adanya komitmen dari bank nasional untuk mengalokasikan kredit khusus untuk peternak. Adanya komitmen dari komunitas Saudagar Minang untuk mempromiskan pariwisata Minang di manca negara. Dan lain-lain. 
Penulis yakin, jika kita mau melakukan perbaikan dan penyempurnaan, satu saat nanti Expo ini mutunya akan sejajar dengan Expo International yang sering penulis ikuti di luar negeri. 
Akan diikuti oleh ratusan atau ribuan pengusaha asal Minangkabau, dihadiri oleh puluhan ribuan pengunjung, tidak hanya dari kalangan masyarakat umum tapi juga oleh pengusaha retail dan borongan dari dalam dan luar negeri. 
Ada ratusan miliar atau bahkan triliunan rupiah tansaksi dan kontrak-kontrak baru terjadi. Penulis berharap semoga tulisan ini dapat menggugah semua pihak untuk meningkatkan kwalitas Expo yang akan datang. 
Melakukan perbaikan dan menyempurnakan persiapan jadwal dan peserta. Melakukan promosi secara maksimal melalui berbagai media terutama media online.In sya Allah Expo dapat menjadi alat untuk meningkatkan perekonomian Sumbar.

———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————

Leave a comment

Your email address will not be published.