Berkunjung ke Windsor, Istana Ratu Inggris 2018

Tulisan pertama dari 5 tulsan perjalanan saya ke Inggris antara 04 sd 14 April 2018
Kita tidak tahu kapan Allah akan mewujudkan impian kita. Walau sepertinya tidak mungkin, tapi karena kita pernah berharap, Allah akan mewujudkannya juga. Suatu saat, entah kapan. Terus dan beranilah bermimpi. Saya pernah menulis di dalam dream book saya “berkunjung ke London, Old Trafford dan ke markas Arsenal sekitar 20 tahun lalu. Alhamdulliah kini  terbukti. 

Saya mulai memimpikan secara serius untuk pergi ke Inggris itu pada tahun 1988 ketika saya masuk kerja di IBS. Saya sangat termotivasi setelah mengetahui bahwa setiap manager di perusahaan itu akan mendapatkan jatah untuk pergi belajar di London. Sejak saat itu saya tancapkan di hati saya bahwa saya akan mengejar karir saya untuk segera mencapai posisi manager.  Tapi sayang, setelah saya diangkat jadi manager bahkan jadi senior manajer IBS tidak pernah mengirim saya ke London. Kebijaksanaan perusahaan sudah berubah. Mungkin mereka juga kecewa karena hampir setiap manajer yang dikirim kemudian pindah ke tempat lain.
Tapi ternyata bukan dari dari IBS tapi dari Sinar Mas. Karena kali ini kami kembali berhasil meraih sukses menjadi pemenang tier 1 kontes Agency Tour Contest 2017. Ini adalah kali ke empat secara berturut-turut kami memenangkan kontes ini. Yang lebih membanggakan adalah kali ini rombongan kami pesertanya meningkat dari 2 orang menjadi 4 orang. Saya, Iil, Omar (my son) and Yuni (my wife). Sungguh sangat menyenangkan bisa mengajak orang-orang tercinta menikmati kemuliaan sebagai pemenang. 
———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————
Paket tour tahun ini sangat istimewa. Gabungan dari kemegahan, kemewahan, kebanggan dan kekeluargaan. 

Terima kasih yang tak terhingga kepada Manajemen PT Asuransi Sinar Mas yang telah memberikan paket tour yang sangat berkesan ini. Khususnya kepada ibu Dumasi Samosir yang telah merancang dan menemani kami menikmati setiap momen indah selama perjalanan ini.
Berikut tulisan pertama lima  tulisan perjalanan saya.
Sekitar jam 3 sore pada hari keberangkatan saya menerima telepon dari bu Intan dari kantor ASM. Dengan suara berat beliau memberi tahu bahwa ada masalah dengan passport anak saya. “pak Taufik mohon maaf sekali, passport dan visa atas nama Omar anak bapak sampai saat ini belum keluar dari kedutaan Inggris, kami masih terus menghubungi kantor kedubes untuk memastikan”. Jika passport tidak keluar hari ini berarti my son tidak bisa berangkat. “Wow, apa kata dunia” kata saya dalam hati. My son  sudah hampir tiga malam tidak bisa tidur  karena tak sabar menunggu hari keberangkatan ini. 
Sore itu my son ada kuliah, rencananya kami akan  bertemu di terminal 2 jam 17.00. Mamanya panik luar biasa. Bagaimana jadinya jika my son tidak jadi berangkat, dia akan tinggal sendirian di rumah. Bagaimana cara memberi tahu, pasti dia akan kaget dan sangat kecewa. Kabar buruk itu tidak langsung kami sampaikan. Jika ia tahu tentang ini ketika berada di kampus atau dalam perjalanan pastilah dia akan kecewa berat dan tidak ada orang yang akan memberikan penjelasan yang benar kepadanya. 
Menjelang jam 17.00 kami sudah mendekati terminal 2. My son sudah sampai duluan. Awalnya ia belum tahu tentang apa yang terjadi. Saking semangtnya dia memberanikan diri bertemu dengan rombongan ASM yang sudah datang lebih dahulu. Ternyata  sudah ada yang memberi tahu tentang hal ini. Dia bolak-balik menelpon kami. Beberapa menit kami sudah sampai di terminal 2, my son berdiri dengan mata basah dan perasaan masygul. “Katanya aku ga bisa berangkat karena passportnya belum ada, aku berangkatnya besok sendiri nyusul” katanya dengan suara berat. Saya langsung rangkul  dan membesarkan hatinya. “ ga apa-apa, ini biasa terjadi, sekalian ini ujian untuk bisa berangkat sendirian ke Eropah” kata saya. Kemudian saya bekali ia dengan rencana dan informasi tentang cara berangkat sendiri. Ini bukan perjalanan  pertamanya ke luar negeri. Sebelumnya ia sudah pernah ke Singapura, Malaysia dan Korea Selatan. 
My son pulang bersama pengantar kami. Dia tidak pulang ke rumah kami tapi kerumah adik saya. Sekalian untuk menghindari pertanyaan dari tetangga yang kadung sudah tahu bahwa seharusnya dia sudah berangkat. 
Tepat jam 19.00 pesawat Singapore Airlines SQ 965 mulai mengangkasa meninggalkan bandara Soeta menuju bandara Changi di Singapura. Perasaan galau tentang kondisi my son terus mengganggu kami terutama mamanya. “Jangan khwatir, pasti team ASM akan memperjuangkan passportnya besok. Tidak apa-apa, justru ini ujian penting bagi dia. Apakah ia bisa mengalahkan ketakutannya untuk mewujudkan impiannya. Kapan lagi dia akan mendapatkan kesempatan terbang sendirian ke Eropah” kata saya membesarkan hati my wife. 
Sampai di terminal 3 Singapura, saya langsung memfoto segala proses yang harus di lalui my son hingga sampai di gate yang penerbangan ke London. Saya kirimkan  supaya besok dia tidak mengalami kesulitan. 

———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————
Jam 10 lewat lima pesawat Singapore Airlines SQ 322 Airbus 380 tujuan bandara London Heathrow mulai mengudara. Pesawat baru,  diterbangkan pertama kali 2 bulan lalu. Terlihat sekali ukuran dan kwalitasnya yang sangat mewah. Layar entertainmentnya lebar dan canggih. Sangat asyik  untuk menjadi teman penghibur selama 14,5 jam perjalanan. Kali ini saya bisa tertidur lelap di dalam pesawat, tidak seperti sebelumnya. Rute penerbangan kali ini melalui jalur utara, Asia Tengah, Rusia, berbelok ke kiri, Ukraina, Polandia, Jerman dan mendarat di London.  

Image result for singapore airline airbus a380

Sekitar jam 8 pagi waktu London kami telah mendarat LHR (London Heathrow) di terminal 2. Udara masih dingin sekitar 5 derjad celcius. Bandara LHR sangat besar dan luas. Ada beberapa escalator panjang yang harus dilalui sampai ke meja imigrasi. Sambil menunggu bagasi kami langsung membeli paket kartu telepon lokal. Ada paket 20 pound untuk sepuluh hari data dan berbicara. Cara membelinya dengan menggunakan fending machine. 

Di meja imigrasi kami tidak mengalami kesulitan, semua berjalan lancar. Di luar sudah menunggu tour leader lokal yang akan menemani kami. Kami berjalan menuju ke bus yang sudah disiapkan. Busnya canggih, selain menyediakan wifi ada juga charger di setiap kursi. Lobang chargernya berada diatas dekat lampur. Alhasil hampir setiap kursi terlihat kabel charger menjulur ke bawah.
Acara kami pagi ini adalah berkunjung ke Roman Bath. Sebuah kawasan wisata di sebelah barat kota London berjarak sekitar 2 jam naik bus. 

———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————
Kami keluar dari LHR  melewati Windsock Way, terus masuk ke jalan Tol M4. Meski masih pagi jalan tol terlihat tidak begitu ramai. Banyak truk besar berjalan beriring-iringan. Di kiri-kanan tampak hamparan Tanah Eng (England) yang luas dan hijau. Ada bukit-bukit kecil memanjang. Ada domba  bergerombol sedang makan rumput. Rumah pertanian, kastil, pohon-pohon tak berdaun berjajar dipinggir jalan, ada sarang burung diatasnya. Pemandangan seperti sangat menghibur sebagai pengganti rasa suntuk selama 14 jam di berada dalam pesawat. Kami melewati kota Reading, Swindon sebelum sampai di kawasan Bath. Keluar dari jalan tol berbelok ke kanan ke kawasan Carlton Gardens, Bath. Jalannya agak sempit dan ada sedikit kemacetan. 

Menjelang jam 11 siang kami sudah sampai di kawasan Roman Bath. Tempat wisata unggulan dengan jumlah pengunjung mencapai 2 juta orang pertahun. Roman Bath adalah wasan kawasan air panas tempat mandi para raja-raja jaman Romawi yang kemudian diteruskan oleh raja-raja Inggris. Kawasan sudah dibangun sejak sebelum masehi. Keterangan lebih lanjut bisa dilihat disini
Meski dingin tapi terik matahari terasa menyengat siang itu. Setelah turun dari bus kami berjalan kaki menuju gedung bath melewati Katedral tua yang masih teawat dengan baik. Halamanya luas dan terdapat beberapa bangku panjang. Sambil menuggu gilaran masuk saya sempat berkeliling kawasan itu. 
Seharusnya jam 12 siang kami sudah selesai dan berkumpul tapi karena antri dan rombongan terpencar-pencar akhirnya baru jam 1 kami berkumpul. Saya mengalami masalah di bagian perut alias lapar. Karena perbedaan waktu 6 jam membuat jam fisiologis tubuh jadi berantakan. Biasanya jam 1 siang belum terlalu lapar kalau di Jakarta. Tapi jam 1 siang di London artinya jam 7 malam di Jakarta. Berarti sudah telat makan siangnya 7 jam, iya kan? Meski sekitar jam 6 pagi sebelum mendarat sudah sarapan di pesawat tapi yah, ngak nendang. Teman-teman lain sudah sempat jajan tapi bagi kami sekeluarga penganut diet keto, tidak bisa. 

Alhamdulliah akhirnya kami bisa makan siang di Allium Hotel Bath tidak jauh dari kawasan Bath. Menunya ikan salmon dan lain-lain. Saya terpaksa menyalahi diet keto, saya harus makan roti, kalau tidak rasanya perut masih lapar. 

Sekitar jam 2 siang kami meninggalkan kawasan Bath menuju ke obyek wisata berikutnya Stonehenge berjarak 1,15 jam. Setelah melewati Claverton road kami keluar dari kawasan Bath kami masuk ke jalur A36. Kali ini kami melewati pinggiran kota London. Menikmati suasana pedesaan di negeri orang Inggris. Pemandangan alamnya tidak banyak berbeda dengan yang ada negeri kita. Ada perbukitan, lembah, sungai pepohonan, kebun dan padang rumput. Yang paling terlihat perbedaanya adalah rumah penduduk. Hampir semua rumah terbuat dari rumah beton dan besar. Rumah tua berwarna bata dan coklat. Pagar tinggi dan kebun luas. Hampir tidak terlihat rumah kayu dan dangau kecil. Tidak terlihat ada orang dijalanan atau yadi ladang. Jadi sepertinya pemilik tanah yang demikian luas itu hanya satu orang yang punya rumah besar itu. 

Setelah melewati kota kecil seperti Warminster, Shrewton dan Durrington kami tiba di kawasan Amesbury, Stonehenge 
Stonehenge adalah salah satu tempat wisata terkenal di dunia. Stonehenge adalah batu-batu besar yang berdiri dan tersusun dengan rapi. Anehnya di kawasan itu bahkan dalam radius puluhan kilometer dari lokasi tidak ada batu baik batu karang ataupun batu kapur. Dari mana batu-batu itu didatangkan?, dengan apa mereka diangkut? Dan bagaimana mereka bisa memasang dan menyusun batu seperti itu?. Hingga saat ini belum ada yang bisa menjawabnya. 

Salah satu kemungkinan jawabannya adalah ia dibangun oleh ini,atau dunia ilmu petengetahuan menyebutnya sebagai  makhluk Extra Terresterial. Fenomena ini juga terdapat di bunua Amerika seperti di Mexico, Peru dan lain-lain.

Untuk menjaga kelestariannya, kawasan Stonehenge dipagar berjarak sekitar 25 mater dari batu. Kendaraanpun tidak bisa mendekat. Untuk bisa mencapai lokasi disediakan bus khusus yang berangkat dari tempat parkir bus berjarak sekitar 500 meter. 

Melihat batu-batu seperti ini saya jadi teringat dengan batu Menhir yang banyak terdapat di wilayah Kabuten 50 Kota, Sumatera Barat khususnya di Mahat. Banyak batu-batu seperti ini tersebar di beberapa kawasan. Umurnya diperkirakan juga sama, yaitu sekitar 3000 tahun sebelum masehi. Tapi sayang batu Menhir itu belum bisa menarik banyak wisatawan.

———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————
Menjelang malam kami sudah meninggalkan kawasan Amesbury menuju ke Windsor yang menjadi tajuk tour kami tahun ini. Inilah tempat yang akan menjadi pembicaraan dunia sebulan kemudian karena disinilah tempat pernikahan pasangan kerajaan Inggiris Pangeran Harry dan Meghan Markle. 

Perlu waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai di kawasan Windsor. Mesti sudah jam 7 malam tapi suasana masih terang. Kami mengangkat koper masing ke lobby hotel Sofitel Mc. Gallary Windsor yang berjarak hanya sekitar 100 meter dari dinding istana Windsor. Setelah berberes di kamar, kamipun turun untuk makan malam di hotel.
Sementara itu saya dan isteri masih galau dengan kepastian kerangkatan my son. Kami masih terus berkomunikasi via WA dengannya di Jakarta. Tapi esok peginya kami dapat kabar bahwa passport my son sudah keluar dan bisa berangkat nanti malam sendiri. Alhamdulillah.
Terima kasih banyak kepada team ASM yang telah meperjuangkan keberangkatan my son. Mengurus passport di kedutaan Inggris, memesan tiket dengan harga khusus serta menunggu di LHT dan mengantarkannya ke hotel.
———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————

Leave a comment

Your email address will not be published.