Business Opportunity 2019

 
“Hati-hati, Ini tahun politik” kata salah seorang nara sumber mengingatkan tentang kondisi ekonomi 2018 di sebuah seminar Business Outlook 2018 akhir tahun lalu. Banyak yang kurang mengindahkan, termasuk saya. Nasehatnya banar, ternyata  betul ada dampaknya. Bahkan untuk bebarapa industri cukup signifikan.
Untuk usaha kecil dan perorangan, sudah saya rasakan sendiri sejak pertengahan tahun lalu. Saya menerima banyak permintaan “infus cashflow’ dari dari saudara dan rekan-rekan dari berbagai daerah. Dari Sumut, Sumbar, Jambi. Jateng dan lain-lain. 

Demikian juga yang dirasakan oleh industri asuransi tempat saya berjuang. Beberapa kejadian luarbiasa yang dialami oleh beberapa perusahaan asuransi jiwa, umum dan termasuk industri broker asuransi.
Salah satu berita yang cukup menggemparkan adalah tentang kegagalan Jiwasraya perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonsia untuk membayar klaim dan manfaat dari polis asuransi yang jatuh tempo. Hal itu membuat pemerintah terpaksa turun-tangan. Penyebabnya antara lain karena penurunan penerimaan premi baru dan rendahnya tingkat hasil investasi. Premi baru menurun karena masyarakat enggan membuka polis baru karena uangnya terbatas. Manfaat hasil investasi kecil karena kondisi pasar uang tidak bagus. Kondisi ini juga melanda perusahaan asuransi jiwa yang lain. Hanya saja mereka masih kuat atau mungkin sudah menemukan solusinya.
Hal yang sama juga terjadi di industri asuransi umum. Banyak berita lain tentang perubahaan di lanskap industri asuransi umum Indonesia. Penjualan Adira Insurance kepada Zurich Insurance, masuknya beberapa investor asing ke dalam beberapa perusahaan asuransi. Penggantian nama beberapa perusahaan asuransi karena adanya keterlibatan pihak baru.
———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————
Industri broker asuransi sejak dua tahun terakhir ini habis diserang dan jadi bulan-bulanan oleh eksekutif perusahaan asuransi umum dan pengamat mengenai Engineering Fee. Broker dituduh menjadi penyebab turunnya pendapatkan premi karena perusahaan asuransi harus mengeluarkan engineering fee di atas komisi sudah ditentukan. 
Broker terpaksa meminta engineering fee sebagai  tambahan karena semua komisi sudah diberikan kepada nasabah. Sesuai dengan POJK (Peraturan Otoritas Jasa Kekuangan) nasabah berhak mendapatkan komisi maksimal sebesar komisinya broker. Jika tidak diberikan maka saingan yang akan memberikan. Kalau sudah begini, terus broker dapat income dari mana lagi? Padahal biaya operasi dan jasa yang diberikan oleh broker sangat besar. Belum lagi segala biaya yang harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan POJK. Biaya direksi dan komisaris minimal 2 orang. Tenaga ahli dan sertifikat keahlian, biaya iuaran OJK pajak dan lain-lain. Engineering fee adalah solusinya. Toh sebenarnya ini tidak terlalu memberatkan karena tariff premi sudah dinaikkan oleh OJK sangat tinggi sejak 3 tahun lalu. 
Di dalam rapat anggota APPARINDO bulan lalu, baru terungkap alasan sesungguhnya kenapa eksekutif perusahaan asuransi ngeyel sekali dengan engineering fee. Ternyata mereka sedang berusaha mengurangi dampak penuruan pendapatan premi. Tahun 2017 mereka hanya tumbuh satu digit atau sekitar 5%. Tahun ini bisa lebih kecil lagi. Padahal dampak engineering fee terhadap kenaikan biaya sangat kecil. Engineering fee hanya untuk jenis asuransi property saja. 
Jika salah satu kontestan pasangan capres pemilu 2019 mengekpos kondisi ekonomi  yang kurang baik saat ini, ada benarnya. Penyebabnya bisa dari banyak faktor. Antara lain akibat dari kondisi ekonomi global, dampak dari perang dagang antara Amerika dan China. Kebijaksanaan makro dan mikro ekonomi pemerintah yang kurang tepat dan lain-lain.
Kami di L&G juga merasakan dampaknya. Tahun lalu kami tidak bertumbuh seperti yang kami harapkan. Untungnya kami juga berhasil melakukan penghematan biaya. Al hasil, kami bisa mempertahankan kesehatan perusahaan. 
Hampir semua klien top 20 kami di tahun 2017, tahun 2018 ini turun dan mengecil. Syukur kami berhasil mendapatkan klien-klien baru yang volumenya relatif besar  walau tidak sebesar tahun 2017. Itupun kami dapatkan melalui perjuangan berat. Banyak proyek yang ditunda. Proyek baru sangat sedikit. Persaingan semakin keras, bahkan ada yang berani mengambil fee kecil sekali. 
Ternyata bukan kami saja yang merasakan dampaknya. Rekan-rekan anggota APPARINDO yang lain juga merasakan. Menurut laporan dari pengurus, hingga Oktober lalu pertumbuhan pendapatan anggota di bawah dua digit. Lebih kurang sama dengan yang dialami oleh perusahaan asuransi umum. 
Untuk tahun 2019 ini kami mengambil langkah konservatif. Kami yakin kondisi ekonomi belum akan membaik dalam beberapa bulan ke depan. Mungkin berlanjut sampai akhir tahun. Srategi kami adalah bertahan. Parkir bus seperti gaya bermain MU di masa Jose Mourinho. 
Kami akan fokus menggarap klien existing yang punya petensi bagus. Menggarap klien-klien baru yang punya prospek lebih real terutama yang berada di bidang energy. Kami fokus di bidang ini karena kami punya pengetahuan, pengalaman dan network yang cukup luas disini.
Industri energy tergantung dari kondisi harga minyak dunia. Saat ini harganya relatif bagus. Demikian juga harga batubara, masih cukup bagus sehingga para pemilik Kuasa Pertambangan, kontraktor masih terus berinvestasi. 
Di bidang power, pemerintah akan terus melanjutkan pembangunan fasilitas pembangkit listrik terutama pembangkit energi baru dan terbarukan (renewable energy). 
“Baraia sawah di ateh, baraia pulo sawah di bawah”. Berarir sawah diatas maka berarir pula sawah di bawah. Begitu pepatah orang Minang. Jika kondisi ekonomi nasonal baik maka akan baik pula kondisi ekonomi korporasi, UKM dan masyarakat. Demikian pula sebaliknya. 
Mari kita berdoa dan berharap semoga ekonomi Indonesia segera pulih.
Selamat berjuang!

———————————————————————————————————————-
Jika anda memerlukan jaminan Pengiriman barang atau Pengangkutan Barang dengan biaya ringan.   Hubungi L&G Insurance Broker. Broker dan konsultan asuransi khusus bank garansi terbaik di Indonesia. Segera call/WA segera ke 081283987016 sekarang juga
 ———————————————————————————————————————

Leave a comment

Your email address will not be published.